Tahu-Tahu
Semua
Berubah
Jadi begitu
Cepat..
- Dannisa
:)
Halo tuan, kita bertemu di 24 mei,
tanggal yang cukup penting bagiku dan belum tentu bagimu,ini sudah menjadi tradisi,sejak
tiga bulan yang lalu, tradisi macam apa ini,Aku senang menulis tentangmu
berulang-ulang setiap tanggal 24 mei. Sebagai pengingat bahwa dulu kita pernah
berkenalan dan sempat dekat.
Ifar..
! Matamu yang sipit dan wajahmu yang oriental adalah potret yang tidak dapat
aku lupakan. Bukan menjadi sesal, tapi sangat disayangkan jika selama 3 bulan
ini kita tak saling tahu apalagi bertemu.
Sungguh
kita sangat nyaman dengan ketidakjelasan seperti ini. Dulu,dulu sekali,beberapa
bulan yang lalu, kedekatan kita adalah hal yang tak ingin aku sia-siakan.
Bisakah manusia kecil seperti aku melawan kehendak Tuhan.? Aku tak sekuat itu,
perpisahan kita yang terjadi tanpa dugaanku sebelumnya. Tiba-tiba saja hadir.
Kita,yang dulu adalah kutub selatan juga utara,yang saling tarik menarik dan
berdekatan,tak lagi punya alasan untuk berjalan sama.
Tuan,sungguh
aku tak percaya. Hubungan kita yang berjalan singkat, ternyata masih begitu
melekat dalam ingatanku,aku juga tak paham. Mengapa kau berubah begitu cepat.
Tahukah
kau Tuan ? Aku diam-diam memerhatikan sosokmu, dan Akupun hanya berani memerhatikanmu dari sudut dunia maya
yang tak tersentuh. Aktivitas sehari-harimu kupantau lewat tulisan bisu bernama
status Facebook. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, sudah sebulan
sejak aku pertama kali menambahkanmu sebagai teman di Facebook, sudah sebulan
aku memerhatikanmu diam-diam, tanpa berani menyapamu lebih dulu, tanpa mau
mengusik aktivitasmu.
Kala itu, 24 Mei, masih ingatkah
dengan sepotong kata itu? Satu kata yang mampu mengubah semuanya, satu kata
yang mampu mengisi bulan itu dengan kebahagian-kebahagiaan kecil, satu kata
yang mampu menjadikan hari-hariku begitu berwarna. Kata "Malem ka Uranus J" yang mampir dalam chatbox-mu benar-benar
membawa kebahagiaan kecil buatku, kaujawab dengan santai dan ringan, lalu kita
tertawa, lalu kita bercanda, lalu kita saling berbicara, walau hanya sekadar
lewat tulisan, walau hanya melalui jentikan jemari di atas keyboard laptop.
Sementara aku dan kamu membiarkan semuanya mengalir, entah mengapa selalu ada senyum kecil tiap kali sms-mu nongol di inbox handphone-ku. Entah mengapa selalu ada kupu-kupu yang menari di perutku setiap kali perhatian sederhana yang kauberikan menghangatkan hari-hariku. Kamu sempat menjadi sebab senyum dan tawaku setiap harinya.
Kamu, pria cerdas yang begitu mencintai Warna Merah dan Manchester United. Pria dengan pola pikir yang berbeda dari orang-orang lainnya. Menurutku, cara pikir seperti kamulah yang akan mengubah sepakbola Dunia! Ingat waktu kita pernah becanda banyak hal tentang sepakbola Dunia? Kamu dengan club Manchestermu dan aku dengan club barcelonaku.kita selalu membela club kita masing-masing yang saat itu terlihat sangat konyol, DAlangkah indahnya masa-masa itu, masa dimana masih ada kamu. Masa di mana aku masih begitu mudah untuk menghubungimu.
Kamu, si wajah oriental dengan mata sipit. Si kulit putih yang juga jago mebenarkan mesin. Si cerdas mantan anggota permesinan. Siswa salah satu sekolah SMK yang terkenal dengan “gentle-man” dikota serang. Anak Mesin dengan jiwa sosial yang tinggi dan ramah. Pecinta gurp music yang lagunya mengasikan untuk didengarkan olehnya. Cina Sunda dengan wajah boyband korea. Pria yang punya pendapat berbeda tentang tempat prostutusi di Serang. Ah, apa yang tidak kuketahui tentangmu? Semua hal tentangmu tak pernah kecil di mataku.
3 Bulan sudah peristiwa itu berlalu, kini aku lanjutkan hidupku, dan kaulanjutkan hidupmu. Kini kautemui wanita pilihanmu, dan aku temui pria pilihanku. Kita punya jalan masing-masing, kita punya ruang dan waktu masing-masing. Kamu di Serang dibagian Timur,dan aku di Serang bagian Tenggara. Jarak tak pernah adil; tak mampu menyatukan kita yang begitu berbeda.
Setidaknya, kaupernah datang dalam hidupku dan mengajariku banyak hal. Dalam waktu singkat aku mengenalmu, dalam waktu yang lama, aku masih mengingatmu. Masih ingatkah kamu dengan lagu pertama yang Aku berikan padamu? "This Conversation" yang dinyanyikan oleh Sammy Simorangkir. Ada syair yang sama-sama kita suka, "Kaulah segalanya untuku,kaulah curahan hati ini,Tak mungkin kumelupakanmu." yayaya! Kamu memang membutku jatuh cinta dan berpikir kaulah segalanya! Entah bagaimana perasaanmu?
Aku menulis ini ketika "This Conversation" menyentuh lembut gendang telingaku. Tiba-tiba wajahmu muncul, perhatianmu hadir kembali, sungguh aku tak mau peduli, lagu ini benar-benar menyudutkanku setengah mati! Sebuah lagu memang mampu menjebloskan seseorang kembali mengingat masa lalunya. Lagu kedua yang kudengar, ya lagu yang dulu aku dan kamu juga suka. Bulan yang Sama! Bait yang paling kita suka, "Sumpah kumencintaimu,sungguh kugila karenamu sumpah mati hatiku untukmu tak ada yang lain!" yayaya! Tiba-tiba saja aku merindukanmu! Sial! Padahal sudah lewat 3 bulan! Padahal kita sudah benar-benar tak saling komunikasi. Tapi, itulah sebabmu hadir dalam hidupku, menghasilkan rindu walau pertemuan tak pernah terjadi hingga saat ini. 3 Bulan kisah itu ada. 3 Bulan pula kita tak pernah saling bertatap mata.
Selamat 24 Mei :) Goalkeeper dengan jutaan prestasi, Dan Kamu ; Calon Bapak Presiden Indonesia !
Masih ingin memajukan Negara Indonesia.... bersamaku? :)