Aku lupa rasanya tidur diawal waktu karna setiap malam mataku terjaga oleh sebuah ingatan tentangmu yang tiba tiba saja memilih pergi. Kamu seolah tak mengerti ada hati yang benar benar mencintai dan tak ingin kehilangan. Kenapa tidak dari awal saja kamu ungkapkan alasan yang jelas kamu memilih pergi. Agar aku tidak bertanya tanya, agar lukaku tak begitu meradang didalam dada.
Aku lupa bagaimana rasanya tidur pulas tanpa terbangun oleh mimpi buruk karna setiap malam mataku tetap terlatih oleh sebuah tangisan dan air mata yang memaksa untuk luruh, sejak kepergianmu yang tanpa alasan. Rasa khawatirku begitu bergejolak, rasa sayangku begitu terkoyak, dan rasa traumaku lebih banyak dari rasa phobiaku.
Tuan, jika kamu tidak memiliki rasa sayang sebesar yang kumiliki, kenapa tidak kamu ungkapkan saja sejak awal? Mengapa kamu memulai sebuah alur cerita, jika pada akhirnya kamu tau bahwa kamu akan mengakhiri dengan cara menyakitkan seperti ini.
Kenapa kamu bersikap seperti cintamu lebih dalam dibanding yang kupunya, aku merasa baik baik saja disampingmu, kamu adalah hal terbaik yang selalu kusyukuri. Tapi kamu malah melemparkan sebuah granat dan menghancurkanku sekaligus. Karnamu, aku takut mengenal Cinta. Cinta terasa begitu menakutkan, dia seperti sebuah jurang, ataukah seperti boneka barbie yang selalu membuatku phobia bahkan tak pernah berani kulihat atau kusentuh karna begitu menyeramkan. Aku benar-benar trauma oleh ledakan granatmu itu, Tuan.
Lalu setelah trauma itu lebih manguasai hatiku, kamu hadir kembali? Tuan, hatiku bukanlah sebuah taman yang bisa kamu datangi saat kamu jenuh. Hatiku adalah sebuah lautan berdarah yang takkan pernah bisa mengering. Lalu kenapa sekarang kamu memaksa untuk kembali ? Dan untuk apa pada masa itu kamu memaksa untuk pergi, dan memaksaku untuk terjatuh. Percayalah tuan, akupun bisa menghapus kamu semudah hujan yang menghapus setiap jejakmu. Tidak usah kamu meragukan itu, akupun tak yakin bahwa aku bisa? Tapi aku lebih yakin pada keajaiban yang dimiliki oleh Tuhan-ku, yang mungkin akan membuatmu seketika lenyap dari ingatanku. Menghadirkan sosoknya yang mampu menyembuhkan lukaku, dan melengkapi hatiku, aku percaya pertolongan Tuhan amatlah dekat dengan Hamba-Nya.
Friday, 29 December 2017
Monday, 18 December 2017
Haruskah Cinta sesakit ini?
Kali ini, aku benar benar takut untuk merasakan Cinta.
Sejak kamu pergi, hidupku berubah. Semua kelabu. Hatiku berantakan, pikiranku tak karuan memikirkan alasan kenapa kita harus berpisah lagi? Tak bisakah kamu menggenggam erat tanganku tanpa membuatku merasakan perpisahan lagi ? Ini kali kedua aku merasakan kehilangan dan semua itu karnamu, Tuan.
Jika memang kamu tidak berniat untuk tinggal harusnya kamu tak perlu datang lagi, menemuiku kala itu.
Kamu berhasil membuatku tak bisa menghentikan tangisku, kamu adalah seribu alasan mengapa aku mengalami insomnia hebat sejak kepergianmu, aku bukan lagi wanita yang kamu kenali dulu, tuan. Aku telah berubah,
air mata dan rasa sakit membuatku harus merubah diriku.
Jika menyakitiku membuatmu bahagia, jika mempermainkan perasaanku membuat hidupmu tenang. Lakukanlah tuan. Aku percaya bahwa Tuhan akan selalu menuntunku kepada seseorang yang takkan memberikan perkenalanku dengan luka perpisahan. Seseorang yang akan menyembuhkan insomnia panjangku karna mimpi buruk itu, seseorang yang akan menyediakan genggaman tangannya untuk berjuang bersama ku untuk melewati badai tanpa harus melepaskanku seperti kamu.
Sekali lagi, aku akan melepaskanmu pergi, pergilah tuan. Aku tidak akan melarangmu, menahanmu seperti dahulu, pergilah bersama dia pilihanmu. Karna dia adalah wanita yang kamu pilih untuk meninggalkanku. Jangan pernah menoleh kearahku, jelas ini sakit tapi tak apa aku akan baik baik saja, dan akan selalu baik baik saja mengetahui semuanya. Semoga kamu percaya itu.
Kini, aku telah mencapai titik trauma dan rasa lelah tertinggi dihidupku. Aku tak lagi ingin mengenal Cinta yang salah, Cinta yang memiliki tanggal kadaluarsa lalu berpisah. Aku bukan lagi wanita dimasa remaja yang hanya mengenal Cinta untuk sebuah permainan.
Selamat tinggal, Kamu.
Sejak kamu pergi, hidupku berubah. Semua kelabu. Hatiku berantakan, pikiranku tak karuan memikirkan alasan kenapa kita harus berpisah lagi? Tak bisakah kamu menggenggam erat tanganku tanpa membuatku merasakan perpisahan lagi ? Ini kali kedua aku merasakan kehilangan dan semua itu karnamu, Tuan.
Jika memang kamu tidak berniat untuk tinggal harusnya kamu tak perlu datang lagi, menemuiku kala itu.
Kamu berhasil membuatku tak bisa menghentikan tangisku, kamu adalah seribu alasan mengapa aku mengalami insomnia hebat sejak kepergianmu, aku bukan lagi wanita yang kamu kenali dulu, tuan. Aku telah berubah,
air mata dan rasa sakit membuatku harus merubah diriku.
Jika menyakitiku membuatmu bahagia, jika mempermainkan perasaanku membuat hidupmu tenang. Lakukanlah tuan. Aku percaya bahwa Tuhan akan selalu menuntunku kepada seseorang yang takkan memberikan perkenalanku dengan luka perpisahan. Seseorang yang akan menyembuhkan insomnia panjangku karna mimpi buruk itu, seseorang yang akan menyediakan genggaman tangannya untuk berjuang bersama ku untuk melewati badai tanpa harus melepaskanku seperti kamu.
Sekali lagi, aku akan melepaskanmu pergi, pergilah tuan. Aku tidak akan melarangmu, menahanmu seperti dahulu, pergilah bersama dia pilihanmu. Karna dia adalah wanita yang kamu pilih untuk meninggalkanku. Jangan pernah menoleh kearahku, jelas ini sakit tapi tak apa aku akan baik baik saja, dan akan selalu baik baik saja mengetahui semuanya. Semoga kamu percaya itu.
Kini, aku telah mencapai titik trauma dan rasa lelah tertinggi dihidupku. Aku tak lagi ingin mengenal Cinta yang salah, Cinta yang memiliki tanggal kadaluarsa lalu berpisah. Aku bukan lagi wanita dimasa remaja yang hanya mengenal Cinta untuk sebuah permainan.
Selamat tinggal, Kamu.
Sunday, 3 December 2017
Aku telah selesai, dan aku telah bersumpah.
Hallo, Tuan. Hari ini tepatnya 1 November 2017 Aku berhasil menyelesaikan pendidikan diplomaku, aku sangat berharap kamu ada disini menyaksikan hasil dari perjuanganku selama 3tahun ini. Tuan, kamu jelas tau ini tidaklah mudah terlebih hal ini bukan yang selama ini aku cita citakan, aku pernah bermimpi menjadi seorang aparat negara untuk menjaga keamanan NKRI tapi nyatanya Tuhan tidak mengijinkan karna bukan itu yang ku butuhkan. Kini aku terlanjur menyelami pendidikan farmasiku terlalu jauh hingga akhirnya aku jatuh hati pada profesi ini, benar kini aku menjadi seorang tenaga kesehatan sungguhan. Aku telah bersumpah atas nama Tuhan untuk menjaga nama baik profesiku dan mengutamakan keselamatan pasien tanpa membedakannya dari jabatan, rupa, budaya, bahkan agamanya.
walaupun badai sempat menghancurkanku hingga rasanya aku ingin menyerah, dan tak ingin lagi meneruskan segalanya lalu pergi sejauhnya. Tentu, badai itu hampir melumpuhkan kehidupanku, Tapi Allah selalu memberi kekuatan untukku tetap bertahan dan meyakinkan hatiku untuk tetap berjuang.
Tuan, Siapakah kamu? Dimanakah sekarang kamu berada?
Bisakah kamu datang dan temaniku berjuang?
Aku rindu, Tuan.
Aku ingin bertemu, mengenalmu, aku ingin bercerita banyak hal saatku lalui hari tanpamu. Aku ingin menemanimu berjuang, aku tak lagi ingin sendiri menghadapi semuanya, aku takut terluka.
Dan akupun terlalu lelah untuk mengenal Cinta yang selalu terasa menyakitkan, pada saat kamu sudah melakukan yang terbaik semampumu, tapi tetap saja aku yang selalu dikecewakan. Tak apa, aku sudah terlalu kebal untuk hal menyakitkan hati seperti ini.
Hal itulah yang akhirnya membuatku lelah, dan ingin segera bertemu denganmu, Tuan. Aku tak ingin lagi mengenal seseorang yang salah, aku tak lagi ingin kecewa, aku ingin setia bersamamu, menantimu seperti takdir yang menanti untuk mempersatukan kita nanti.
Aku berharap semoga langkahmu tetap ditangguhkan, tatapmu tak berbelok dan hatimu diyakinkan padaku. Semoga Tuhan mengizinkan kita untuk segera bertemu dalam waktu terdekat atas kehendaknya.
Tuan, Aku rindu.
walaupun badai sempat menghancurkanku hingga rasanya aku ingin menyerah, dan tak ingin lagi meneruskan segalanya lalu pergi sejauhnya. Tentu, badai itu hampir melumpuhkan kehidupanku, Tapi Allah selalu memberi kekuatan untukku tetap bertahan dan meyakinkan hatiku untuk tetap berjuang.
Tuan, Siapakah kamu? Dimanakah sekarang kamu berada?
Bisakah kamu datang dan temaniku berjuang?
Aku rindu, Tuan.
Aku ingin bertemu, mengenalmu, aku ingin bercerita banyak hal saatku lalui hari tanpamu. Aku ingin menemanimu berjuang, aku tak lagi ingin sendiri menghadapi semuanya, aku takut terluka.
Dan akupun terlalu lelah untuk mengenal Cinta yang selalu terasa menyakitkan, pada saat kamu sudah melakukan yang terbaik semampumu, tapi tetap saja aku yang selalu dikecewakan. Tak apa, aku sudah terlalu kebal untuk hal menyakitkan hati seperti ini.
Hal itulah yang akhirnya membuatku lelah, dan ingin segera bertemu denganmu, Tuan. Aku tak ingin lagi mengenal seseorang yang salah, aku tak lagi ingin kecewa, aku ingin setia bersamamu, menantimu seperti takdir yang menanti untuk mempersatukan kita nanti.
Aku berharap semoga langkahmu tetap ditangguhkan, tatapmu tak berbelok dan hatimu diyakinkan padaku. Semoga Tuhan mengizinkan kita untuk segera bertemu dalam waktu terdekat atas kehendaknya.
Tuan, Aku rindu.
Saturday, 11 November 2017
Selamat Tinggal Kali Kedua
Ini sulit, aku bahkan tak mengerti ketika jantungku berdegup tak beraturan sejak kemarin, aku bahkan tak mengerti mengapa harus kamu orang yang masih tetap aku cintai. Malam itu bagaikan mimpi buruk bagiku sebuah bom yang tiba tiba meledak dipelupuk mata meluluhkan segalanya. Rasanya aku ingin menampar diriku, mengapa aku sebodoh itu harus menerima dia datang? Jikalau aku tau hanya luka yang melebihi perihnya dari kejadian masa lalu itu yang akan kamu tumpahkan.
Tuan, harusnya kamu tidak datang lagi? Harusnya tidak kamu tumbuhkan perasaan itu lagi? Jika kamu tau bahwa kamu tidak akan berjuang bersama.
Seorang wanita telah terbiasa hidup sendiri, belajar merangkak setelah lama terluka, setelah dia bisa berjalan. Lalu kamu datang kembali hanya untuk meruntuhkan segalanya?
Entah kenapa, malam itu jika aku bisa,aku ingin menggenggam erat tanganmu, memelukmu untuk terakhir kalinya. Pelupuk mataku terasa berat saat aku melihat wajahmu, "mungkinkah kita bisa bertemu lagi" ucapku. saat itu hatiku berpikir mungkinkah itu akan menjadi pertemuan terakhirku denganmu? Rasanya sulit, untuk kehilanganmu lagi. Namun ini pilihanmu, dan aku harus belajar melepasmu lagi.
Aku akan berlari sejauh yang kumampu untuk melupakanmu. Dan tuan, Terimakasih telah menjadi malaikat berjuangku, aku sempat bahagia. Sebelum aku merasakan kekecewaan itu lagi. Awalnya aku tidak mempercayai itu tapi "kecewa dan hancur yang kedua kalinya akan melebihi perasaan itu saat pertama kali" dan aku merasakannya.
Tuan, selamat tinggal untuk kali kedua. Selamat tinggal untuk kisah yang kupikir bisa kita perjuangkan bersama namun kamu lepaskan. Selamat tinggal untuk sebuah kenyamanan, tatapan, dan genggaman tangan saat salam itu. Dan selamat tinggal untuk segalanya.
Tuan, harusnya kamu tidak datang lagi? Harusnya tidak kamu tumbuhkan perasaan itu lagi? Jika kamu tau bahwa kamu tidak akan berjuang bersama.
Seorang wanita telah terbiasa hidup sendiri, belajar merangkak setelah lama terluka, setelah dia bisa berjalan. Lalu kamu datang kembali hanya untuk meruntuhkan segalanya?
Entah kenapa, malam itu jika aku bisa,aku ingin menggenggam erat tanganmu, memelukmu untuk terakhir kalinya. Pelupuk mataku terasa berat saat aku melihat wajahmu, "mungkinkah kita bisa bertemu lagi" ucapku. saat itu hatiku berpikir mungkinkah itu akan menjadi pertemuan terakhirku denganmu? Rasanya sulit, untuk kehilanganmu lagi. Namun ini pilihanmu, dan aku harus belajar melepasmu lagi.
Aku akan berlari sejauh yang kumampu untuk melupakanmu. Dan tuan, Terimakasih telah menjadi malaikat berjuangku, aku sempat bahagia. Sebelum aku merasakan kekecewaan itu lagi. Awalnya aku tidak mempercayai itu tapi "kecewa dan hancur yang kedua kalinya akan melebihi perasaan itu saat pertama kali" dan aku merasakannya.
Tuan, selamat tinggal untuk kali kedua. Selamat tinggal untuk kisah yang kupikir bisa kita perjuangkan bersama namun kamu lepaskan. Selamat tinggal untuk sebuah kenyamanan, tatapan, dan genggaman tangan saat salam itu. Dan selamat tinggal untuk segalanya.
Wednesday, 4 October 2017
Apakah ini sebuah kejutan?
Hidup itu unik, banyak kejutan didalamnya.
Kejutan yang membuatmu begitu terpukau hingga kamu tak dapat menahan senyummu, atau mungkin hujan dipelupuk matamu.
Kejutan itu bernama kehilangan.
Episode kehilangan pertama dalam hidupku adalah perpisahan. 1tahun yang lalu aku berhadapan dengan perpisahan, benar. Rasanya menyakitkan melihat seorang yang dekat tiba tiba harus meninggalkanku karena tugasnya dalam jangka waktu yang lama. Aku menatap matanya lekat, dimatanya tak kutemukan kebahagiaan. Diapun seperti tak ingin pergi, namun sebagai Abdi Negara dia harus selalu menunaikan segala perintah. Iya perintah itu diberikan untuknya menjaga Lebanon.
Dibandara tempat dia akan dibawa pergi untuk memulai petualangan itu terasa seperti menyempitkan saluran pernapasanku, detak jantungku berdegup tak beraturan, kedua telapak tangan bergetar sesampainya dibandara, mataku terasa ruam seperti ada sesuatu yang ingin keluar. Aku berkali kali mencoba menahannya, namun untuk kehilangan satu sosok ini rasanya sulit untukku tetap baik baik saja. Seketika dia menggenggam erat tanganku dengan senyum manisnya lalu dia mengatakan "jangan sedih, kaka pasti kembali buat kamu". Aku menangis sejadinya, hujan itupun turun dengan sendirinya tanpa perintah. Disepanjang waiting room dia menatapku banyak ungkapan pada bola matanya. Dan aku melihatnya bukan sebuah kebahagian. perlahan dia melangkahkan kakinya menuju gate dia menggenggam erat tanganku dengan tangan kanannya, disisi sebelahnya boarding pass dia genggam seperti menggenggam erat bara api. Aku melihat dia memasukin awak pesawat, rasanya aku ingin berlari untuk menahan keberangkatannya. Namun, itu adalah cita cita terbesarnya menjadi pemain seperti yang ada digame point blank. Bukankah itu mulia? Aku memiliki seorang kaka angkat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Dan aku kini sendiri, kembali ketempat asalku, tanpa dia.
Bersambung cerita selanjutnya...
Kejutan yang membuatmu begitu terpukau hingga kamu tak dapat menahan senyummu, atau mungkin hujan dipelupuk matamu.
Kejutan itu bernama kehilangan.
Episode kehilangan pertama dalam hidupku adalah perpisahan. 1tahun yang lalu aku berhadapan dengan perpisahan, benar. Rasanya menyakitkan melihat seorang yang dekat tiba tiba harus meninggalkanku karena tugasnya dalam jangka waktu yang lama. Aku menatap matanya lekat, dimatanya tak kutemukan kebahagiaan. Diapun seperti tak ingin pergi, namun sebagai Abdi Negara dia harus selalu menunaikan segala perintah. Iya perintah itu diberikan untuknya menjaga Lebanon.
Dibandara tempat dia akan dibawa pergi untuk memulai petualangan itu terasa seperti menyempitkan saluran pernapasanku, detak jantungku berdegup tak beraturan, kedua telapak tangan bergetar sesampainya dibandara, mataku terasa ruam seperti ada sesuatu yang ingin keluar. Aku berkali kali mencoba menahannya, namun untuk kehilangan satu sosok ini rasanya sulit untukku tetap baik baik saja. Seketika dia menggenggam erat tanganku dengan senyum manisnya lalu dia mengatakan "jangan sedih, kaka pasti kembali buat kamu". Aku menangis sejadinya, hujan itupun turun dengan sendirinya tanpa perintah. Disepanjang waiting room dia menatapku banyak ungkapan pada bola matanya. Dan aku melihatnya bukan sebuah kebahagian. perlahan dia melangkahkan kakinya menuju gate dia menggenggam erat tanganku dengan tangan kanannya, disisi sebelahnya boarding pass dia genggam seperti menggenggam erat bara api. Aku melihat dia memasukin awak pesawat, rasanya aku ingin berlari untuk menahan keberangkatannya. Namun, itu adalah cita cita terbesarnya menjadi pemain seperti yang ada digame point blank. Bukankah itu mulia? Aku memiliki seorang kaka angkat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Dan aku kini sendiri, kembali ketempat asalku, tanpa dia.
Bersambung cerita selanjutnya...
Monday, 11 September 2017
Aku takut akan semua kekhawatiran-ku
Sekali ini. Aku engga menerka, aku takut mengira.
Mengira bahwa perasaanmu juga sama denganku, aku takut menerka semua isyarat darimu.
Aku takut, apa yang ada dipikiranku tidak sama dengamu, aku khawatir ini hanyalah imajinasiku yang semu yang akhirnya menghancurkan perasaan (lagi).
Semua serba ketakutanku, takut akan kehilangan sosokmu untuk kesekian kalinya.
Menetaplah dan berjanjilah untuk kembali dan tidak pergi lagi, Tuan.
Hanya itu, beri aku satu kepastian dan aku akan menemanimu selamanya.
Mengira bahwa perasaanmu juga sama denganku, aku takut menerka semua isyarat darimu.
Aku takut, apa yang ada dipikiranku tidak sama dengamu, aku khawatir ini hanyalah imajinasiku yang semu yang akhirnya menghancurkan perasaan (lagi).
Semua serba ketakutanku, takut akan kehilangan sosokmu untuk kesekian kalinya.
Menetaplah dan berjanjilah untuk kembali dan tidak pergi lagi, Tuan.
Hanya itu, beri aku satu kepastian dan aku akan menemanimu selamanya.
Tuesday, 28 March 2017
Surat Cinta dari seorang wanita Pluviophile
ADA APA DENGAN HUJAN ?
ADA APA DENGAN PERASAANKU ?
Rintikan air yang turun dengan begitu derasnya dilangit serang saat itu, suhu kamarku seketika berubah dan suasana hatiku kembali membeku.
aku yang saat itu masih menyibukkan diriku, berusaha tenggelam dalam tugas kuliahku disemester akhir. akhir-akhir ini aku sedang sibuk bermalam bersama tugas farmakoterapi mengenai Pelayanan Informasi Obat dan KIE terhadap beberapa penyakit yang dapat ditanggulangi secara Swamedikasi. Jam tidurku kembali tak teratur. aku tak lagi menjadi wanita yang memiliki jam tidur normal, yang ketika kamu selesai apel malam tidak membalas chat line atau mengangkat telponmu karena ketiduran, aku bahkan sering tertidur setelah adzan subuh berkumandang.
Maaf untuk tidak bisa menepati janjiku padamu,
untuk sehat selalu, untuk menjaga waktu tidurku, untuk menjaga berat badanku agar tetap stabil. karena aku terlalu sibuk untuk berusaha melupakanmu secepatnya.
karena ditempat awal kita saling mengungkapkan perasaan dan ditempat pula aku dipaksa untuk melepasmu, melupakanmu.
sejak saat itu keadaan serang tak pernah lagi bersahabat denganku. semenjak kamu pergi, banyak hal yang terjadi pada diriku, ribuan orang berkuasa mencoba untuk menghancurkanku, yang memaksaku untuk berubah menjadi wanita yang super sibuk. aku sedang berusaha semangat agar aku bisa secepatnya menjadi seorang apoteker muda yang pernah aku janjikan padamu.
Bagaimana dengan pendidikanmu tuan? Apakah semua berjalan seperti kehendakmu ? ataukah kamu sudah lulus mendahuluiku menjadi seorang abdi negara dengan gelar SH?
Maafkan aku, jika aku selalu teringat hal itu, karena hal itu yang dulu menjadi alasanmu untuk memutuskan pergi, bukan ? Dan sejak saat itu pula kamu membuatku merasa menjadi wanita yang tidak berguna. tentu, karena kamu tak lagi dapat aku temani untuk mencapai puncak.
Mungkin jika kamu membacanya, kamu akan terpesona dengan ingatanku yang sangat hebat ini kan ? Tidak usah kamu kerutkan dahimu, aku sungguh tak serius dengan kata-kataku tadi.
Tuan, bukankah dulu kita pernah menghadapi hujan bersama, bahkan kita rela menghadapi hujan hanya untuk bertemu. bahkan setelah hujan kamu mengajakku keluar untuk mengirup aroma tanah setelah hujan bersama. aku ingat sekali aroma itu dapat membuat hatimu tenang, tapi akupun belum bis membuktikan ucapanmu itu. Tuan jika dulu kita mampu menghadapi hujan dan gemuruh petir bersama, tapi kenapa kita tak bisa menghadapi perasaan kita ? Aku bahkan tak dapat memahami segalanya, bagaimana bisa seseorang yang aku kenali selama 7tahun yang lalu itu, bisa membuatku patah sedalam ini.
aku harap kamu bahagia dengan apa yang telah kamu putuskan.
sekalipun kamu harus kehilangan cinta tulus dari seorang wanita untukmu
ditulis : Serang, 26 Januari 2017
ADA APA DENGAN PERASAANKU ?
Rintikan air yang turun dengan begitu derasnya dilangit serang saat itu, suhu kamarku seketika berubah dan suasana hatiku kembali membeku.
aku yang saat itu masih menyibukkan diriku, berusaha tenggelam dalam tugas kuliahku disemester akhir. akhir-akhir ini aku sedang sibuk bermalam bersama tugas farmakoterapi mengenai Pelayanan Informasi Obat dan KIE terhadap beberapa penyakit yang dapat ditanggulangi secara Swamedikasi. Jam tidurku kembali tak teratur. aku tak lagi menjadi wanita yang memiliki jam tidur normal, yang ketika kamu selesai apel malam tidak membalas chat line atau mengangkat telponmu karena ketiduran, aku bahkan sering tertidur setelah adzan subuh berkumandang.
Maaf untuk tidak bisa menepati janjiku padamu,
untuk sehat selalu, untuk menjaga waktu tidurku, untuk menjaga berat badanku agar tetap stabil. karena aku terlalu sibuk untuk berusaha melupakanmu secepatnya.
karena ditempat awal kita saling mengungkapkan perasaan dan ditempat pula aku dipaksa untuk melepasmu, melupakanmu.
sejak saat itu keadaan serang tak pernah lagi bersahabat denganku. semenjak kamu pergi, banyak hal yang terjadi pada diriku, ribuan orang berkuasa mencoba untuk menghancurkanku, yang memaksaku untuk berubah menjadi wanita yang super sibuk. aku sedang berusaha semangat agar aku bisa secepatnya menjadi seorang apoteker muda yang pernah aku janjikan padamu.
Bagaimana dengan pendidikanmu tuan? Apakah semua berjalan seperti kehendakmu ? ataukah kamu sudah lulus mendahuluiku menjadi seorang abdi negara dengan gelar SH?
Maafkan aku, jika aku selalu teringat hal itu, karena hal itu yang dulu menjadi alasanmu untuk memutuskan pergi, bukan ? Dan sejak saat itu pula kamu membuatku merasa menjadi wanita yang tidak berguna. tentu, karena kamu tak lagi dapat aku temani untuk mencapai puncak.
Mungkin jika kamu membacanya, kamu akan terpesona dengan ingatanku yang sangat hebat ini kan ? Tidak usah kamu kerutkan dahimu, aku sungguh tak serius dengan kata-kataku tadi.
Tuan, bukankah dulu kita pernah menghadapi hujan bersama, bahkan kita rela menghadapi hujan hanya untuk bertemu. bahkan setelah hujan kamu mengajakku keluar untuk mengirup aroma tanah setelah hujan bersama. aku ingat sekali aroma itu dapat membuat hatimu tenang, tapi akupun belum bis membuktikan ucapanmu itu. Tuan jika dulu kita mampu menghadapi hujan dan gemuruh petir bersama, tapi kenapa kita tak bisa menghadapi perasaan kita ? Aku bahkan tak dapat memahami segalanya, bagaimana bisa seseorang yang aku kenali selama 7tahun yang lalu itu, bisa membuatku patah sedalam ini.
aku harap kamu bahagia dengan apa yang telah kamu putuskan.
sekalipun kamu harus kehilangan cinta tulus dari seorang wanita untukmu
ditulis : Serang, 26 Januari 2017
Subscribe to:
Posts (Atom)