Kamu boleh pergi kemanapun kamu mau
Sesuai perintahmu
Kamu boleh selamatkan mereka,
Melindungi mereka yang membutuhkan pertolonganmu, dan kehadiranmu disana.
Tapi kamupun harus ingat, kamu harus kembali dan selamat.
Diujung kota sana ada wanita yang selalu berdo'a untuk keselamatanmu. Labirin otaknya tak pernah berhenti memikirkanmu, hatinya tak pernah berhenti mengkhawatirkanmu sesaat kamu pamit untuk bertugas kepadanya.
Tangisnya selalu luruh pada sujud panjangnya.
Itu bukan penderitaan, dia tidak menderita sama sekali. Namun itu adalah ketulusan caranya mencintaimu dengan membawa ceritanya denganmu kedalam hidupnya,
Kepada Tuhannya. Mungkin ada hal yang kamu tak sukai dari dia tapi ketahuilah ada hal lain juga yang sedang ia lakukan untuk menjadi yang terbaik untukmu.
Tuan,
Dia bukan ibumu,
Bukan pula adik gadismu,
Bukan salah satupun dari anggota keluargamu.
Dia adalah wanita asing yang akan menemani hidupmu dan belajarlah membaca hatinya. dia memiliki rasa sayang yang tulus untukmu, rasa cinta yang hanya ingin dia tujukan hanya padamu.
Kelak jika dia menjadi ratu dalam hidupmu, maka bimbinglah dia, dia diciptakan oleh Allah dengan tulang rusuknya yang bengkok dari sisimu. Karena mungkin dia akan mengabdikan dirinya. Mengikuti kemanapun kepergianmu, Merunduk dihadapanmu untuk melepaskan sepatumu seusai kegiatanmu dan rela membagi waktu tidurnya hanya untuk menyiapkan pakaian untuk kamu gunakan esok.
Itulah cinta dalam diam yang mungkin dia rasakan. Biarlah hatinya saja yang bergemuruh hebat, kau tak perlu tau cukup do'a terbaiknyalah yang akan sampai padamu, semoga. Karna do'a adalah bahasa rindu yang akan cepat sampai pada hati tanpa kamu dengar atau kamu rapalkan.
Tuan, aku ingin kamu. Itu saja.