Hallo, Tuan. Sudah berapa purnama kita tak bertatap mata ? Apakah kamu baik-baik saja. Bagaimana hari-harimu bersamanya? Apakah dia lebih menyenangkan dibanding aku? Aku yakin tentu kamu akan jawab tidak, karena takkan pernah kamu temukan wanita se-konyol bahkan mungkin se-polos aku bukan? Haha maafkanlah... aku tak bermaksud demikian, ini hanya lelucon saja, tak usah kamu anggap serius.
Tuan... aku tau, banyak cara Tuhan memisahkan kita namun mengapa, Tuhan menyelipkan satu peristiwa dalam skenarionya dimana aku harus menatapmu, kembali bertemu denganmu. Memang Tuhan punya seribu satu skenario untuk mempertemukan seseorang dengan cara unik dan cerita lucu. Tapi, tuan. Ini sama sekali tidak lucu, bertemu dengan mu kembali bukanlah hal yang sangat ku harapkan hingga saat ini. Tentu, setelah aku merasakan rasa kecewa yang begitu besar.
Tuan, kamu mungkin tau,beberapa purnama yang lalu, Tuhan mempertemukan kita, menggenggam erat tangan kita untuk terus bersama, Bertemu denganmu menjadi hal yang sangat aku harapkan walaupun aku tau waktu dan tugasmu sebagai abdi negara tidaklah mengizinkan aku untuk berharap lebih. Aku yang saat itu masih mencoba memahami tugasmu, berusaha bersabar untuk terus menanti waktu menarik mu untuk mendekat ke arah ku, dan juga berusaha memperbaiki pikiranku yang terlalu khawatir dengan pekerjaanmu sebagai abdi negara itu, iya. Aku selalu khawatir bila sehari saja tak ada kabar darimu, bila semusim kamu tak menemuiku, aku takut peluru itu melukaimu, aku takut kamu tak bisa kembali menemuiku lagi.
Disaat pikiran ini terus semakin bertambah kuat untuk berusaha menerima semuanya. Namun, tiba-tiba saja Tuhan meminta kita untuk menjauh, pergi bahkan mungkin saling melupakan. Tuhan menghadirkan dinding terbesar diantara kita, hingga aku tak dapat melihatmu dibalik dinding itu.
Kamu yang semula menjadi angle di hidupku, tiba tiba saja berubah menjadi hulk yang sangat menyeramkan.
Tuan, tahukah kamu ? Aku harus memutar otakku sebanyak 360 derajat setiap hari untuk memikirkan apa yang terjadi padamu, apa yang terjadi pada hubungan kita.
Kejadian ini membuatku tak berdaya, dan aku terhempas begitu dalam.
Kamu yang semula menjadi angle di hidupku, tiba tiba saja berubah menjadi hulk yang sangat menyeramkan.
Tuan, tahukah kamu ? Aku harus memutar otakku sebanyak 360 derajat setiap hari untuk memikirkan apa yang terjadi padamu, apa yang terjadi pada hubungan kita.
Kejadian ini membuatku tak berdaya, dan aku terhempas begitu dalam.
Tuan, tahukah kamu? Apa yang kamu lakukan padaku itu sangat jahat, seperti gemuruh petir ditengah teriknya sinar matahari. Jika kamu bangga dengan apa yang telah kamu lakukan padaku. Sepertinya kamu berhasil Tuan, kamu berhasil membuat wanita itu harus menahan air mata dibalik senyumnya, kamu berhasil membuat wanita itu memiliki rasa kecewa yang begitu besar kepadamu.
Namun tenanglah tuan, seperti apa yang pernah kamu katakan "jika kamu ingin berlari, larilah bersamaku, lari akan lebih sangat menyenangkan jika kita lari bersama". Kamu benar tuan, sekarang aku siap untuk berlari, walau tak lagi lari bersamamu. Karena aku adalah wanita yang tidak bisa untuk terjatuh. Aku akan terus berlari sampai Tuhan memintaku berhenti. Hingga manusia yang bernama Jodoh yang Tuhan tuliskan dilauhul mahfudz itu datang menyapaku dengan janji yang tak akan di ingkarinya untuk mengobati luka ku, untuk menggenggam jemariku saat aku rapuh, dan menemaniku berlari dimasa-masa tersulit sekalipun.
"Tuan, terimakasih atas pembelajaran hidup yang begitu berharga ini, aku akan selalu mengingat senyuman, tawa, air mata yang pernah kamu ciptakan di hidupku"
Ditulis, disaat langit serang senja berwarna kelabu disertai awan yang mendung.