Wednesday, 17 December 2014

Mengingatmu dalam sebaris ayat




Hidup terkadang sulit untuk dijalani bagi kita yang mudah menyerah ketika Tuhan menunjukan rasa kasihnya dengan datangnya cobaan yang menghadang secara bertubi-tubi. 

Dan mungkin bagi sebagian orang terkadang hidup memang tak adil termasuk akupun merasakan hal seperti itu. Tentu  aku merasa hidup tak adil bagi wanita yang baru saja mengecup rasanya bahagia seperti aku, wanita kecil ini harus kehilangan dua orang pria yang sangat disayanginya. Iya! aku kehilangan seorang pria yang telah aku anggap sudah seperti kaka kandungku untuk selamanya ; Tuhan sangat menyayanginya hingga Tuhan tak rela jika dia harus dilukai oleh kehidupan fana’ didunia yang keji ini. Dan pada waktu yang bersamaan pula pria kekasihku yang bernama Ifar harus mengalami suatu kecelakaan yang menyebabkan syaraf diotaknya terganggu sehingga  dia harus mengalami amnesia. Memang dokter mengatakan ini hanya sementara buka permanen ; tapi ini rasanya sulit. Dia mengalami koma selama satu minggu dia terkapar disebuah Kasur rumah sakit dengan perban membelit kepalanya alat bantu pernafasan yang terpasang diantara rongga hidung dan bibir yang biasanya selalu menuntun senyuman indah untukku namun kini hanya terkatup diam. Aku hanya berharap bahwa Tuhan hanya memberikan mimpi buruk dalam Tidurku bukan kenyataan sepahit dan sepedih ini. Aku tak tau harus bercerita dengan siapa, karna biasanya ada seorang pria yang selalu mendengarkan keluh kesah dan sedihku ;iya dia adalah kakaku yang telah pergi untuk selamanya.
Hari demi hari  alunan ayat suci Al-Qur’an selalu kulantunkan ditelinganya, bait ayat dalam surat Ar-Rahman ternyata menyadarkannya dari koma, mata indahnya terbuka kornea matanya membelalak indah, dan bibirnya yang semula tertutup mulai terbuka dan dua kata yang keluar dari bibirnya adalah “ Kalian Siapa ?” rasanya sebuah pedang telah menghantam keras bagian jantungku hingga melelehkan air mata itu ; aku tak kuasa mendengarnya pria kekasihku melupakanku dia tak mengingatku Tuhan. bahkan dia tak mengenaliku sebagai kekasihnya yang telah menemaninya selama 4 tahun ini.
Meskipun dia tak mengingatku tapi aku percaya hatinya pasti merasakan getaran kasih sayang itu, dia hanya lupa siapa aku ? tapi hatinya tidak akan pernah lupa bagaimana rasa nyaman itu hadir didalam dirinya. Tuhan hanya memberikan petir dalam hidupku. Aku yakin kelak tuhan pasti akan mengembalikan ingatannya dan mendatangkan pelangi indah itu untukku.
Hari hari yang kulalui hanya bersama ifar, mencoba tegar dihadapannya menemaninya walau mungkin dia menganggap aku orang asing. Aku selalu mencoba membantunya untuk mengembalikan memori ingatannya dengan bait huruf hijaiyah 

Dan aku memasang poster Manchester United tepat didepan pintu kamarnya Manchester United adalah club sepakbola kesayangannya, ifar sangat suka dengan apapun yang berbau sepak bola dia tak pernah mau ketinggalan dan sangat antusias, dia adalah gool kepper yang jika bertanding selalu memaksa aku untuk menyaksikannya. Selain poster akupun memasang foto-foto aku dengannya dalam beberapa moment terindah ditempat kesukaannya. Dinding kamarnya telah terpenuhi oleh banyak gambaran namun Tuhan belum mengizinkan hal itu terjadi, tak sedikitpun dia mengingat moment terindah itu. Rasanya aku putus asa, aku ingin menyerah. Aku lelah, tapi aku berusaha bertahan untuknya atas perasaan cinta yang takkan pernah bisa tergantikan oleh pria lain. Iya aku wanita kecil yang mungkin terlihat bodoh ini sangat mencintai pria yang sedang mengalami amnesia itu. Bodoh memang bahkan sangat bodoh tapi itulah perjuangan untuk sebuah cinta yang tulus.
Air mata itupun menetes dalam sujud saat gemuruh hati yang tak pernah berakhir. Diatas rasa ragu dan lelah aku berserah pada yang Maha Kuasa, karna Ia-lah sebaik-baiknya sutradara yang bisa merubah skenario dalam naskah-Nya. Bait dalam surat Ar-Rahman itu ter-lantunkan dari kedua bibir yang mulai bergetar, aku hanya mampu memohon dan berharap pada-Nya agar Ia selalu memberikan kasih sayang kepada Hamba dan Ifar, aku hanya berharap ifar sembuh, karena melihatnya seperti ini banyak hati yang tak tega dan berlumuran Air mata. Sesungguhnya Tuhanlah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang.
 Beberapa bulan ifar amnesia, tiba-tiba saja ifar terjatuh kepalanya terbentur dengan benturan yang membuat kepalanya mengeluarkan darah yang sangat banyak. Ifar kembali koma, aku yang tak tau harus berbuat apa atas vonis dokter yang mengatakan kemungkinan ifar untuk sadar hanya 0,1%. Batin rasanya memberontak atas ketidak adilan yang terjadi, Tuhan malah mengeluarkan angina topan dibalik gemuruh petir yang dahsyat. Sebagai wanita, munafik jika aku tak menangis, setegar apapun wanita dibalik senyumnya selalu menyimpan air mata. Namun aku kembali berserah atas takdir yang tak bisa ku ubah kepada Allah yang maha kuasa dalam bait ayat yang ku lantunkan ditelinga ifar ternyata mampu memberikan kekuatan kepada ifar untuk kembali sadar bukan hanya itu ifarpun kembali mengingat masa-masa itu, ifar tersadar dari sebuah Amnesianya dan ia kembali menjadi Ifar yang ku kenali. Ifar mengingat siapa aku. Air mata itu seketika luruh dibalik kebahagian melihat Senyuman pria kesayangan aku kembali mengembang seperti bunga mawar mekar, matanya yang sipit itu berbinar, tangannya pun kembali hangat saat menghapus air mata dipipiku. Dan ifar mengucapkan satu kalimat yang membuat air mata itu luruh bersama senyuman bahagia  “Secara sadar mungkin otakku tak mengingat kita secara utuh. Tapi dalam lubuk hatiku, Aku mengingatmu dalam sebait Ayat yang selalu kau lantunkan saat aku terkapar tak berdaya; “QS : Ar-Rahman”. Terimakasih kau tetap disampingku saatku tak mengingatmu, terimakasih atas kesetiaanmu dan perjuanganmu untukku. Dan terimakasih telah menjadi bidadari dalam hidupku  ; Ifar”
Tuhan tak banyak kata yang bisa ku ucapkan selain “terimakasih” walaupun kata itu tak mampu menjabarkan betapa besar nikmat yang kau berikan padaku., Tuhan terimakasih kau telah mendengar do’aku disaat aku hendaknya menyerah, disaat aku tak berani menatap dunia kau berikan aku arti senyuman. Sungguh hanya Engkau-lah Tuhanku yang maha Pengasih lagi maha Penyayang .

Ketika Tuhan memberikan Sebuah petir
yang menggelegar dalam hidupmu
Tak usah gelisah. Hadapilah!
Karena Setelah petir itu Akan datang
pelangi dengan warna yang menakjubkan.
*Maha Suci ALLAH dengan segala firmannya*