Hidup
terkadang sulit untuk dijalani bagi kita yang mudah menyerah ketika Tuhan
menunjukan rasa kasihnya dengan datangnya cobaan yang menghadang secara
bertubi-tubi.
Dan
mungkin bagi sebagian orang terkadang hidup memang tak adil termasuk akupun
merasakan hal seperti itu. Tentu aku
merasa hidup tak adil bagi wanita yang baru saja mengecup rasanya bahagia
seperti aku, wanita kecil ini harus kehilangan dua orang pria yang sangat disayanginya.
Iya! aku kehilangan seorang pria yang telah aku anggap sudah seperti kaka
kandungku untuk selamanya ; Tuhan sangat menyayanginya hingga Tuhan tak rela
jika dia harus dilukai oleh kehidupan fana’ didunia yang keji ini. Dan pada
waktu yang bersamaan pula pria kekasihku yang bernama Ifar harus mengalami suatu
kecelakaan yang menyebabkan syaraf diotaknya terganggu sehingga dia harus mengalami amnesia. Memang dokter
mengatakan ini hanya sementara buka permanen ; tapi ini rasanya sulit. Dia
mengalami koma selama satu minggu dia terkapar disebuah Kasur rumah sakit
dengan perban membelit kepalanya alat bantu pernafasan yang terpasang diantara
rongga hidung dan bibir yang biasanya selalu menuntun senyuman indah untukku namun
kini hanya terkatup diam. Aku hanya berharap bahwa Tuhan hanya memberikan mimpi
buruk dalam Tidurku bukan kenyataan sepahit dan sepedih ini. Aku tak tau harus
bercerita dengan siapa, karna biasanya ada seorang pria yang selalu
mendengarkan keluh kesah dan sedihku ;iya dia adalah kakaku yang telah pergi
untuk selamanya.
Hari
demi hari alunan ayat suci Al-Qur’an
selalu kulantunkan ditelinganya, bait ayat dalam surat Ar-Rahman ternyata menyadarkannya dari koma, mata indahnya terbuka
kornea matanya membelalak indah, dan bibirnya yang semula tertutup mulai
terbuka dan dua kata yang keluar dari bibirnya adalah “ Kalian Siapa ?” rasanya sebuah pedang telah menghantam keras
bagian jantungku hingga melelehkan air mata itu ; aku tak kuasa mendengarnya
pria kekasihku melupakanku dia tak mengingatku Tuhan. bahkan dia tak mengenaliku
sebagai kekasihnya yang telah menemaninya selama 4 tahun ini.
Meskipun
dia tak mengingatku tapi aku percaya hatinya pasti merasakan getaran kasih
sayang itu, dia hanya lupa siapa aku ? tapi hatinya tidak akan pernah lupa
bagaimana rasa nyaman itu hadir didalam dirinya. Tuhan hanya memberikan petir
dalam hidupku. Aku yakin kelak tuhan pasti akan mengembalikan ingatannya dan
mendatangkan pelangi indah itu untukku.
Hari
hari yang kulalui hanya bersama ifar, mencoba tegar dihadapannya menemaninya
walau mungkin dia menganggap aku orang asing. Aku selalu mencoba membantunya
untuk mengembalikan memori ingatannya dengan bait huruf hijaiyah
Dan
aku memasang poster Manchester United
tepat didepan pintu kamarnya Manchester United adalah club sepakbola kesayangannya,
ifar sangat suka dengan apapun yang berbau sepak bola dia tak pernah mau
ketinggalan dan sangat antusias, dia adalah gool kepper yang jika bertanding selalu
memaksa aku untuk menyaksikannya. Selain poster akupun memasang foto-foto aku
dengannya dalam beberapa moment terindah ditempat kesukaannya. Dinding kamarnya
telah terpenuhi oleh banyak gambaran namun Tuhan belum mengizinkan hal itu
terjadi, tak sedikitpun dia mengingat moment terindah itu. Rasanya aku putus
asa, aku ingin menyerah. Aku lelah, tapi aku berusaha bertahan untuknya atas
perasaan cinta yang takkan pernah bisa tergantikan oleh pria lain. Iya aku
wanita kecil yang mungkin terlihat bodoh ini sangat mencintai pria yang sedang
mengalami amnesia itu. Bodoh memang bahkan sangat bodoh tapi itulah perjuangan
untuk sebuah cinta yang tulus.
Air
mata itupun menetes dalam sujud saat gemuruh hati yang tak pernah berakhir.
Diatas rasa ragu dan lelah aku berserah pada yang Maha Kuasa, karna Ia-lah
sebaik-baiknya sutradara yang bisa merubah skenario dalam naskah-Nya. Bait
dalam surat Ar-Rahman itu
ter-lantunkan dari kedua bibir yang mulai bergetar, aku hanya mampu memohon dan
berharap pada-Nya agar Ia selalu memberikan kasih sayang kepada Hamba dan Ifar,
aku hanya berharap ifar sembuh, karena melihatnya seperti ini banyak hati yang
tak tega dan berlumuran Air mata. Sesungguhnya Tuhanlah yang Maha pengasih lagi
Maha penyayang.
Beberapa bulan ifar amnesia, tiba-tiba saja
ifar terjatuh kepalanya terbentur dengan benturan yang membuat kepalanya mengeluarkan
darah yang sangat banyak. Ifar kembali koma, aku yang tak tau harus berbuat apa
atas vonis dokter yang mengatakan kemungkinan ifar untuk sadar hanya 0,1%.
Batin rasanya memberontak atas ketidak adilan yang terjadi, Tuhan malah
mengeluarkan angina topan dibalik gemuruh petir yang dahsyat. Sebagai wanita,
munafik jika aku tak menangis, setegar apapun wanita dibalik senyumnya selalu
menyimpan air mata. Namun aku kembali berserah atas takdir yang tak bisa ku
ubah kepada Allah yang maha kuasa dalam bait ayat yang ku lantunkan ditelinga
ifar ternyata mampu memberikan kekuatan kepada ifar untuk kembali sadar bukan
hanya itu ifarpun kembali mengingat masa-masa itu, ifar tersadar dari sebuah
Amnesianya dan ia kembali menjadi Ifar yang ku kenali. Ifar mengingat siapa
aku. Air mata itu seketika luruh dibalik kebahagian melihat Senyuman pria
kesayangan aku kembali mengembang seperti bunga mawar mekar, matanya yang sipit
itu berbinar, tangannya pun kembali hangat saat menghapus air mata dipipiku.
Dan ifar mengucapkan satu kalimat yang membuat air mata itu luruh bersama
senyuman bahagia “Secara sadar mungkin otakku tak mengingat kita secara utuh. Tapi dalam
lubuk hatiku, Aku mengingatmu dalam sebait Ayat yang selalu kau lantunkan saat
aku terkapar tak berdaya; “QS : Ar-Rahman”. Terimakasih kau tetap disampingku
saatku tak mengingatmu, terimakasih atas kesetiaanmu dan perjuanganmu untukku.
Dan terimakasih telah menjadi bidadari dalam hidupku ; Ifar”
Tuhan
tak banyak kata yang bisa ku ucapkan selain “terimakasih” walaupun kata itu tak
mampu menjabarkan betapa besar nikmat yang kau berikan padaku., Tuhan
terimakasih kau telah mendengar do’aku disaat aku hendaknya menyerah, disaat
aku tak berani menatap dunia kau berikan aku arti senyuman. Sungguh hanya
Engkau-lah Tuhanku yang maha Pengasih lagi maha Penyayang .
Ketika Tuhan
memberikan Sebuah petir
yang menggelegar
dalam hidupmu
Tak usah gelisah.
Hadapilah!
Karena Setelah petir
itu Akan datang
pelangi dengan warna
yang menakjubkan.
*Maha Suci ALLAH
dengan segala firmannya*

No comments:
Post a Comment