Friday, 15 August 2014

Sepotong senja untuk kekasihku

24 Juni 2014

Biarkan saja angin bersenandung sendiri
Biarkan saja wajahmu menggantung dalam sunyi
Biarkan saja tawa renyahmu menghantui hari
Itulah tanda,..
bahwa aku membiarkan diriku untuk tetap bertahan menanti kedatanganmu

Hingga saat ini, masih ada do'a yang mengaliri malam-malammu
masih ada do'a yang menghakimi kebahagiaanmu
masih terucap lirih do'aku untuk menuntunmu pulang kesini,

Pulanglah!!!
AKU MERINDUKANMU..

Aku Harap Kamu Lihat !



Aku menantap pria ini begitu lekat, dia tidak terlihat seperti biasanya, kali ini dia seperti seorang yang kebingungan, matanya begitu muram seperti sedang dirundung getir masalah yang hebat, yang membuat sinar matanya hilang.

Tuan… Sudah berapa tetes air mata yang kamu luruhkan karena dia yang akhirnya aku usap untuk kamu, sudah berapa senyum yang hilang dan akhirnya aku yang berusaha munculin lagi, aku tak pernah tega melihat pria yang aku sayangi begitu muram seperti ini, hati aku bagaikan teriris melihat air matamu yang luruh karena dia yang telah menyakitimu. Rasanya aku ingin marah pada wanita itu,wanita yang selalu membayangimu,yang masih dianggap penting padahal sudah ada aku disampingnya, iya.. kalian benar, wanita-nya  ? wanita yang selalu berusaha membuat prianya tersenyum, yang selalu berusaha membuat prianya meluapkan bebannya, tanpa aku pernah memikirkan hati yang begitu terluka saat melihat kamu menangis ketika mengingatnya kamu sedih ketika merapalkan ribuan kenangan yang pernah kalian lewati bersama. Tanpa kamu ketahui aku diam-diam menangis, hati ini begitu perih melihat air matamu luruh karenanya bukan karena aku, apakah aku tak pernah sepenting dia ? tuan.. 

 kamu mungkin ga pernah sadar, setiap apa yang aku lakuin ini selalu tentang kamu, semoga kamu bukan gamau tau, aku ga terlalu ngerti apa yang sebenarnya aku lakuin, aku selalu resah ngelakuin hal ini untuk kamu, bukan soal untuk balasannya, tapi aku gelisah ngelakuin ini semua karena cinta atau terpaksa..
kemudian aku bercermin mata aku ga pernah nunjkin keterpaksaan aku bertahan buat kamu, entah ini tulus atau bodoh, aku ga tau benar tetang cinta,tapi yang aku tau cinta memang berkorban sampai segininya, pengorbnannya tidak pernah berbatas ; sayangnya beberapa cinta berakhir tak berbalas. apa cinta yang hebat harus berakhir sampai sekarat ? kamu selalu senyum ke aku tapi bukan senyum bersamaku apalagi karena aku, karena dihati dan pikiranmu hanya ada wanita itu yang begitu istimewa. Tidak seperti aku yang kehadirannya selalu kamu abaikan.

Tuan maha romantis, jika akhirnya kamu melihat tulisan ini,ketahuilah kamu adalah pria yang selalu aku perjuangkan, yang namanya selalu kusebut dalam percakapan panjangku dengan Tuhan. kamu tak pernah bisa tergantikan oleh pria lain, karena kamu telah memiliki satu tempat terindah yang tak akan pernah aku berikan pada pria selain kamu. Tentu kamu yang sayang tuan berambut tipis yang selalu terlihat begitu mempesona. Aku merindukamu. Tuan

Harusnya kamu tau !

Disuasana luar rumah yang sedang turun hujan begitu derasnya suara petir bergemuruh seolah sedang terjadi gempuran luka diatas sana, dan aku yang saat itu berada didalam kamar entah kenapa merasa kesesakan, suasana kamar begitu pengap dan tubuhku bergemetar menggigil saat sosokmu mulai membayangi setiap sudut langit-langit kamarku,,.

 Aku memandangi lekat langit-langit kamar ini tapi kali ini aku memandanginya bukan sambil senyum-senyum sendiri. Tapi melainkan sambil menatap nanar dan menerawang setiap sudut langit-langit membayangkan semua kejadian demi kejadian yang aku lewati bersamamu.Iya… kamu yang paling berharga buat aku. tapi ternyata aku ga seberharga itu buat kamu, rasanya aku ingin teriak sekeras-kerasnya didepan kamu agar kamu sadar, agar kamu mikir tapi aku ga bisa ngelakuin itu. yang bisa aku lakuin cuma nunggu.. Tentu nunggu kamu peka,nunggu kamu sadar.

Tiba-tiba saja ribuan kalimat itu mengamit resah dan muncul pertanyaan besar yang terus berputar dibenak-ku yang menyusuri setiap sudut jaring-jaring otakku sekarang,  apa kamu  ga peka atau ga peduli ? apa kamu ga punya otak atau ga punya hati ? aku ga pernah berharap kamu salah satu dari itu, Tapi kamu bisa saja keduanya ; ga peka dan ga peduli dengan apa yang aku rasakan.

Tanpa terasa hujan rintik itu menumpuk dipupil mata dan bulir airnya mulai menetes membasahi pipi, dan aku yang saat itu masih tetap menerawang lagit-langit kamar yang mulai terlihat muram, berharap keajaiban datang, tak apa keajaiban itu tak menghampiri aku tapi minimal bisa menghampiri kamu supaya kamu sadar betapa besar cinta aku ke kamu  yang tak pernah kamu gubris ini.

Tapi biarpun aku tersakiti segininya dan  kamu ga peduli segitunya. Aku  biasa apa ? aku tetep ga bisa kemana-mana hati ini tertuju pada pria berkulit hitam manis dan berambut sedikit tipis yang selalu terlihat begitu tampan dengan sebuah topi itu.  Tentu… keinginan melupakan rasa dan move on itu selalu ada tapi kamu terlalu berharga bagiku Tuan,kamu begit sangat special… aahh ~ seandainya kamu tau dan paham sedang dicintai dan diperjuangakan sebegitu besarnya, mungkiiiiiiiiiin ? emhh,entahlah sebaiknya aku tak  perlu berandai-andai, cukup dengan kenyataan yang ada. jadi bukan seandainya kamu tau tapi harusnya dia tau, Tuan!!