Monday, 24 November 2014

Tolong dengar aku, Tuhan!



Satu bulan setelah kisah kita usai, rasanya berbagai macam perasaan menyergapku ; (Re : perasaan sayang, cinta, rindu, perih, hancur, kecewa ) hingga kini membuatku tak bisa merasakan cinta yang sesungguhnya, semuanya terasa hambar, apakah mungkin ini yang dinamakan mati rasa ? sampai untuk berbicara tentang cinta saja rasanya seperti berbicara tentang hal yang menjadi “Bumerang” yang ingin sekali aku hindari sejak kamu pergi. Sampai pada saat ini aku mencoba memulihkan rasa dihatiku baru aku bisa kembali menghadapi laptopku dan membenamkan kembali jemariku diatas keyboard laptop merangkai ribuan kalimat yang memaksa air mata ini luruh kembali.
Tuan, rasanya tak pernah terpikirkan oleh otakku kisah kita akan berada dalam fase diujung tanduk seperti ini. Rasanya baru saja kemarin kita tersenyum bersama duduk disatu sepeda motor kesayanganmu, kita saling mengungkapkan kerinduan yang tak pernah ada ujungnya, Aku selalu berpikir bahwa kisah kita akan terjalin sempurna penuh keramaian  yang tak jelas, menghadapi semua masalah bersama, saling berdampingan untuk menuju kesuksesan kita bersama. Namun aku salah, kisah kita tak sesempurna itu ; kamu berubah begitu saja disaat hubungan kita baik-baik saja, disaat aku bertahan dengan setia menanti kepulanganmu

Kamu seperti tak ingin tahu tentang perasaanku, kamu menutup matamu dan kamu tulikan telingamu untuk semua hal tentangku tentang kita,dan kamu butakan hatimu,hingga hatimu yang dulu lembut seketika mengeras tak terkendalikan. 

Tuan,.. Ditiga bulan yang lalu semua terasa hambar kamu menciptakan jarak diantara kita, kamu menciptakan polisi tidur yang membuat hubungan  kita bergemuruh dan kamu pula yang memperboden hubungan ini sehingga terlihat statis. Tuan, tak bisakah kamu lihat wanita itu ? wanita yang selalu menantimu, wanita yang selalu setia menjaga hatinya untukmu, yang selalu sabar ketika menghadapi jarak. Tapi wanita ini juga yang selalu kamu abaikan, yang selalu kamu beri luka tanpa pernah kamu lihat ketulusannya saat dia jauh darimu.

Kini kamu berikan luka yang begitu hebat, kamu memaksa aku untuk mencicipi rasa kecewa yang kini membuat hatiku tertutup akan kemungkinan cinta baru yang datang. kamu tega menghancurkan hubungan yang sudah aku perjuangkan dengan bulir air mata dan dalam bait kata-kata terindah yang bernama do’a. kamu dengan bengisnya tak peduli dengan segala usahaku ? 

Tuan,. Sulitkah untuk kamu mengerti tentang rasaku, sulitkah untuk kamu paham arti sebuah pengorbanan ? ahh harusnya aku tau diri, aku siapa dimatamu? aku hanyalah seorang wanita biasa yang masih berjuang untuk menggapai cita-citanya. Tidak sepertimu Tuan. Kamu adalah pria yang telah berhasil menggenggam dunia,yang sudah menuju kesuksesannya. Bodoh, iya aku bodoh mana mungkin pria sepertimu mau mendampingi wanita sepertiku yang masih harus berjuang untuk kesuksesannya, apalagi untuk berharap saling membahu dan saling men-suport ? rasanya semua sangat tidak mungkin, sangat sulit diterima oleh akal sehatku sifatmu saat ini apakah Karena mungkin bagi pria sepertimu itu hanya akan membuang-buang waktumu ? dan mungkin kamupun ingin berdampingan  dengan seorang wanita yang sepadan denganmu. Aku paham, dengan kesuksesanmu saat ini kamu bisa dapatkan wanita manapun sesuai keinginanmu ?  Kamu bisa dengan sesuka hatimu memperlakukan semua wanita seakan kamu tak pernah mengenal LUKA dan AIR MATA ?  tapi pernahkah terpikirkan olehmu Tuan ?  sejauh ini adakah wanita yang sesabar aku ketika menghadapi angkuhnya jarak saat aku harus jauh darimu, mengahadapi sikap dinginmu, yang selalu panik ketika mendengar kamu sakit, yang tak bisa menahan untuk meneteskan air mata ketika kamu tak ada kabar karena terlalu khawatirnya kepadamu dan adakah wanita yang tetap setia menanti kepulanganmu saat kamu jauh tanpa berpaling dengan pria lain ? 

Harusnya aku sadar kamu terlalu sempurna untukku, kamu seorang Abdi Negara yang mungkin terlihat istimewa,penuh komitmen dan tanggung jawab. Sedangkan aku ? iya, Aku memang jauh dari kata sempurna tapi Tahukah kamu ? bahwa aku selalu berusaha sempurna untuk mencintaimu, memberikan cinta yang terbaik untukmu sebisa dan semampuku..
Tapi kini kamu memutuskan untuk pergi menjauh dariku meninggalkan semua impian yang pernah tercipta  dan terangkai indah, Sampai hati kamu lakukan itu Tuan ~
Saat ini yang tersisa hanyalah kenangan di Tempat yang pernah kita singgahi bersama yang menjadi saksi bisu Kisah kita yang telah usai. Usai ? benarkah kisah kita telah usai, Tuan ? Semudah itukah kamu melepaskan sesuatu yang telah kamu perjuangkan ? secepat itukah ? kamu hebat Tuan, sedikitpun hatimu tidak merasa terluka, tidak sedikitpun hatimu merasakan perih yang luar biasa saat harus terpisah dengan orang yang disayangi seperti Aku!, Kamu terlalu tangguh hingga kamu tidak bisa merasakan arti ketulusan dalam air mata. Tahukah kamu Tuan ? Setiap kenangan tentu selalu menyisakan Hujan rintik dipelupuk mata yang tak pernah kunjung mengering dan takaan pernah bisa terobati terkecuali Tuhan menghilangkan tentang kamu diseluruh bagian otakku. dan Organ tubuh berwarna merah jambu inipun  seketika Remuk Hancur hingga kehilangan  bentuknya bagai pecahan beling yang berserakan dan tak mungkin bisa untuk dirangkai dengan sempurna lagi, banyak kepingan yang terhempas, hilang bahkan tak akan pernah bisa ditemukan karena terlalu kecilnya kepingan itu.

Kepingan hati itu membuat aku merasakan kekecewaan yang sangat hebat, rasanya aku tak pernah ingin bertemu denganmu lagi atas alasan apapun, karena bertemu denganmu hanya akan membasuh kembali luka dihati yang belum sedikitpun mengering. Bertemu denganmu hanya akan memperkeruh suasana otakku. Semua itu karena kamu begitu berharga untukku.
Tuan maha romantis, Happy failed Anniversary 5month, seharusnya tidak ada kata” Failed” didalam kalimat itu, tapi keadaan memaksaku untuk menulis kata itu. Jadi bukan Happy Failed Anniversary tapi Sad Failed Anniversary. Semoga aku bisa dengan cepat melupakan kisah kita secepat kamu melepaskan sebuah genggaman .

Tuan, mengapa cinta mampu membuat seorang wanita bertahan pada satu pria, tapi mengapa cinta tidak bisa membuat seorang pria bertahan pada satu wanita yang telah lebih dulu bertahan untuknya ?

 Apakah ini yang kau namakan cinta, jika kau hanya bisa timbulkan luka.