Satu
bulan setelah kisah kita usai, rasanya berbagai macam perasaan menyergapku ;
(Re : perasaan sayang, cinta, rindu, perih, hancur, kecewa ) hingga kini
membuatku tak bisa merasakan cinta yang sesungguhnya, semuanya terasa hambar,
apakah mungkin ini yang dinamakan mati rasa ? sampai untuk berbicara tentang
cinta saja rasanya seperti berbicara tentang hal yang menjadi “Bumerang” yang ingin
sekali aku hindari sejak kamu pergi. Sampai pada saat ini aku mencoba
memulihkan rasa dihatiku baru aku bisa kembali menghadapi laptopku dan
membenamkan kembali jemariku diatas keyboard laptop merangkai ribuan kalimat
yang memaksa air mata ini luruh kembali.
Tuan, rasanya tak
pernah terpikirkan oleh otakku kisah kita akan berada dalam fase diujung tanduk
seperti ini. Rasanya baru saja kemarin kita tersenyum bersama duduk disatu
sepeda motor kesayanganmu, kita saling mengungkapkan kerinduan yang tak pernah
ada ujungnya, Aku selalu berpikir bahwa kisah kita akan terjalin sempurna penuh
keramaian yang tak jelas, menghadapi
semua masalah bersama, saling berdampingan untuk menuju kesuksesan kita
bersama. Namun aku salah, kisah kita tak sesempurna itu ; kamu berubah begitu
saja disaat hubungan kita baik-baik saja, disaat aku bertahan dengan setia
menanti kepulanganmu
Kamu seperti tak ingin
tahu tentang perasaanku, kamu menutup matamu dan kamu tulikan telingamu untuk
semua hal tentangku tentang kita,dan kamu butakan hatimu,hingga hatimu yang
dulu lembut seketika mengeras tak terkendalikan.
Tuan,.. Ditiga bulan yang
lalu semua terasa hambar kamu menciptakan jarak diantara kita, kamu menciptakan
polisi tidur yang membuat hubungan kita
bergemuruh dan kamu pula yang memperboden hubungan ini sehingga terlihat
statis. Tuan, tak bisakah kamu lihat wanita itu ? wanita yang selalu menantimu,
wanita yang selalu setia menjaga hatinya untukmu, yang selalu sabar ketika
menghadapi jarak. Tapi wanita ini juga yang selalu kamu abaikan, yang selalu kamu
beri luka tanpa pernah kamu lihat ketulusannya saat dia jauh darimu.
Kini kamu berikan luka
yang begitu hebat, kamu memaksa aku untuk mencicipi rasa kecewa yang kini
membuat hatiku tertutup akan kemungkinan cinta baru yang datang. kamu tega menghancurkan
hubungan yang sudah aku perjuangkan dengan bulir air mata dan dalam bait
kata-kata terindah yang bernama do’a. kamu dengan bengisnya tak peduli dengan
segala usahaku ?
Tuan,. Sulitkah untuk kamu mengerti tentang rasaku, sulitkah
untuk kamu paham arti sebuah pengorbanan ? ahh harusnya aku tau diri, aku siapa
dimatamu? aku hanyalah seorang wanita biasa yang masih berjuang untuk menggapai
cita-citanya. Tidak sepertimu Tuan. Kamu adalah pria yang telah berhasil
menggenggam dunia,yang sudah menuju kesuksesannya. Bodoh, iya aku bodoh mana
mungkin pria sepertimu mau mendampingi wanita sepertiku yang masih harus
berjuang untuk kesuksesannya, apalagi untuk berharap saling membahu dan saling
men-suport ? rasanya semua sangat tidak mungkin, sangat sulit diterima oleh
akal sehatku sifatmu saat ini apakah Karena mungkin bagi pria sepertimu itu hanya
akan membuang-buang waktumu ? dan mungkin kamupun ingin berdampingan dengan seorang wanita yang sepadan denganmu.
Aku paham, dengan kesuksesanmu saat ini kamu bisa dapatkan wanita manapun
sesuai keinginanmu ? Kamu bisa dengan
sesuka hatimu memperlakukan semua wanita seakan kamu tak pernah mengenal LUKA
dan AIR MATA ? tapi pernahkah
terpikirkan olehmu Tuan ? sejauh ini adakah
wanita yang sesabar aku ketika menghadapi angkuhnya jarak saat aku harus jauh
darimu, mengahadapi sikap dinginmu, yang selalu panik ketika mendengar kamu
sakit, yang tak bisa menahan untuk meneteskan air mata ketika kamu tak ada
kabar karena terlalu khawatirnya kepadamu dan adakah wanita yang tetap setia
menanti kepulanganmu saat kamu jauh tanpa berpaling dengan pria lain ?
Harusnya
aku sadar kamu terlalu sempurna untukku, kamu seorang Abdi Negara yang mungkin
terlihat istimewa,penuh komitmen dan tanggung jawab. Sedangkan aku ? iya, Aku
memang jauh dari kata sempurna tapi Tahukah kamu ? bahwa aku selalu berusaha sempurna
untuk mencintaimu, memberikan cinta yang terbaik untukmu sebisa dan semampuku..
Tapi kini kamu
memutuskan untuk pergi menjauh dariku meninggalkan semua impian yang pernah
tercipta dan terangkai indah, Sampai
hati kamu lakukan itu Tuan ~
Saat ini yang tersisa
hanyalah kenangan di Tempat yang pernah kita singgahi bersama yang menjadi
saksi bisu Kisah kita yang telah usai. Usai ? benarkah kisah kita telah usai,
Tuan ? Semudah itukah kamu melepaskan sesuatu yang telah kamu perjuangkan ?
secepat itukah ? kamu hebat Tuan, sedikitpun hatimu tidak merasa terluka, tidak
sedikitpun hatimu merasakan perih yang luar biasa saat harus terpisah dengan
orang yang disayangi seperti Aku!, Kamu terlalu tangguh hingga kamu tidak bisa
merasakan arti ketulusan dalam air mata. Tahukah kamu Tuan ? Setiap kenangan tentu
selalu menyisakan Hujan rintik dipelupuk mata yang tak pernah kunjung mengering
dan takaan pernah bisa terobati terkecuali Tuhan menghilangkan tentang kamu
diseluruh bagian otakku. dan Organ tubuh berwarna merah jambu inipun seketika Remuk Hancur hingga kehilangan bentuknya bagai pecahan beling yang berserakan
dan tak mungkin bisa untuk dirangkai dengan sempurna lagi, banyak kepingan yang
terhempas, hilang bahkan tak akan pernah bisa ditemukan karena terlalu kecilnya
kepingan itu.
Kepingan hati itu
membuat aku merasakan kekecewaan yang sangat hebat, rasanya aku tak pernah
ingin bertemu denganmu lagi atas alasan apapun, karena bertemu denganmu hanya
akan membasuh kembali luka dihati yang belum sedikitpun mengering. Bertemu
denganmu hanya akan memperkeruh suasana otakku. Semua itu karena kamu begitu
berharga untukku.
Tuan maha romantis,
Happy failed Anniversary 5month, seharusnya tidak ada kata” Failed” didalam
kalimat itu, tapi keadaan memaksaku untuk menulis kata itu. Jadi bukan Happy
Failed Anniversary tapi Sad Failed Anniversary. Semoga aku bisa dengan cepat
melupakan kisah kita secepat kamu melepaskan sebuah genggaman .
Tuan, mengapa cinta mampu membuat seorang wanita bertahan pada satu pria, tapi mengapa cinta tidak bisa membuat seorang pria bertahan pada satu wanita yang telah lebih dulu bertahan untuknya ?
Apakah ini yang kau namakan cinta, jika kau hanya bisa timbulkan luka.
No comments:
Post a Comment