Friday, 14 December 2018

Warnaku kelabu, dan senjaku menghilang bersama hujan rintik dipelupuk mataku

Benarkah itu Aku ?
Seseorang yang namanya kamu langitkan bersama do'amu
Seseorang yang ada dalam pikiranmu dan menetap dalam hatimu
Seseorang yang membuatmu ingin lekas kembali ?

Mungkinkah itu aku ?
Seseorang yang ingin kamu temui dalam tiap waktumu, menemani sepanjang hidupmu hingga menua bersama, nanti.
Dia yang ingin kamu genggam jemarinya, lalu kamu peluk dengan hangatnya sebagai obat rasa lelahmu ?
Seseorang yang sedang kamu perjuangkan dalam do'a dan dunia nyatamu ?

Cukupkah hanya aku yang menetap bersamamu ?

Aku adalah wanita biasa, wanita asing yang tidak kamu kenal sebelumnya lalu kamu pilih hatinya, dengan berbagai macam kekurangan dan keunikan yang Allah anugrahkan padaNya.
Dia bukan ratu,
Bukan putri dari sebuah kerajaan bertahta
Bukan pula, seorang wanita model dengan elok tubuhnya.
Tapi dia mampu menjadi bidadari surga bersamamu, seseorang akan menemanimu berjuang jika kamu mampu setia. Yang akan menanti prianya kembali dengan hatinya tetap terjaga, yang akan selalu bersamamu menghadapi mentari hingga senja menua bersama.
Tenang saja, jika kamu mampu bertahan dalam setia dia akan merawatmu dengan baik. Namun cukupkah kamu bersyukur dengan itu ?

Adakah wanita lain selain sosok aku ?
Adakah wanita yang sedang kamu jaga perasaannya selain aku ?
Maka katakanlah, sadarkanlah aku.
Tak apa, mungkin akan terasa menyakitkan.
Sungguh, aku tak mungkin berkata baik baik saja saat orang yang memintaku menantinya, memintaku untuk tetap bersamanya lalu memberikan pengkhianatan ?
Aku tidak semunafik itu, aku akan pergi, mengobati luka ku, mengobati rasa kecewaku. Berlari sejauhnya hingga kamu tak dapat menemukanku, kembali.

Saturday, 13 October 2018

Aku mencintaimu, tapi Tuhan ingin kita hanya saling menggenggam tanpa bersatu.

Sudah tau tidak bisa bersatu mengapa harus memaksakan ?
Sudah tau berbeda mengapa berharap bisa terus bersama ?
Jika tidak ada yang bisa mengalah, lalu untuk apakah waktu yang dijalani selama ini ?

Senja yang begitu indahpun seketika berkelabu, ketika seseorang menatap hijab yang menutupi auratku dan kalung salung salib yang melingkar jelas dilehermu. Kita merasa seperti tidak ada batasan apapun, semuanya seperti sama. Kita melangkahkan kaki yang sama, berlari bersama. Mendengarkan alunan lagu iringan penurunan bendera yang terdengar begitu indah sore itu. Menyaksikan matahari meredup secara perlahan. Kita berada dalam kebahagiaan, tertawa bersama seolah tidak ada tembok yang membatasi.
Kamu adalah sosok itu, sosok yang aku tunggu dalam patah hati panjangku,
Pria dari bagian timur indonesia yang berwajah oriental,
Dengan bentuk mimik begitu menyeramkan, tapi tidak dengan sikapmu yang humoris.
Pria puitis yang selalu membuatku terpesona dengan tulisannya, dan begitulah cara dia memperlakukan seorang wanita.
Pria yang membuatku tersadar bahwa akan ada cinta yang lebih baik dari masa lalu itu.
Pria yang selalu membelaku saat ada orang yang mengusikku.
Pria yang berkata "percayalah kamu akan selalu cantik dengan hijabmu" saat seorang temanmu berkata "cewenya cantik sayang berhijab". Oh, Allah saat itu aku ingin menangis sejadinya, mengapa kami berbeda ? Mengapa kami tidak bisa bersatu ?
Kamu adalah pria yang selalu mengkhawatirkanku saat setelah aku pulang dari lapangan itu.
Tempat itu, kamu menatapku, menatap hijabku yang bergerak saat tertiup semilir angin. Lalu kamu menatap kalung salib dilehermu dan melepaskannya.
"Kenapa dilepas ?" Ucapku spontan. "Gapapa, yang penting kamu ga lepas dari hidupku. Aku mau belajar islam denganmu, aku mencintai wanita berhijab ini, jadi tetaplah berhijab dan ajari aku" ucapmu saat itu. Aku terperangah mendengarnya, menatap matamu dan perlahan bulir air mata itu turun dipelupuk mataku. akal sehatku sulit memahaminya, bagaimana bisa keimanan seseorang menyerah karna cinta ? Benarkah hatinya pun turut berkonspirasi seperti itu ?
Rasa takutku mulai menjalar hebat saat perasaan turut andil dalam percakapan kita. Aku takut untuk hal yang sudah aku ketahui, kita mungkin bisa saling menggenggam jemari tapi tidak untuk menua bersama. Kita bisa mengalahkan ego tapi tidak bisa merubah keimanan hanya karna cinta.

Tidak ada jalan lain, semua buntu. Tidak berarah, aku dan kamu memang tidak seharusnya jatuh cinta. Benar, masih banyak cinta yang seiman yang bisa bersatu. Karna Agama adalah identitas diri atas rasa Cinta kita kepada Tuhan. Bagiku, tidak bisa tergantikan. Jadi mari kita saling melepaskan. 

Monday, 3 September 2018

Aku adalah wanita asing itu, maka dengarlah! Sekali ini saja.

Kamu boleh pergi kemanapun kamu mau
Sesuai perintahmu
Kamu boleh selamatkan mereka,
Melindungi mereka yang membutuhkan pertolonganmu, dan kehadiranmu disana.
Tapi kamupun harus ingat, kamu harus kembali dan selamat.

Diujung kota sana ada wanita yang selalu berdo'a untuk keselamatanmu. Labirin otaknya tak pernah berhenti memikirkanmu, hatinya tak pernah berhenti mengkhawatirkanmu sesaat kamu pamit untuk bertugas kepadanya.

Tangisnya selalu luruh pada sujud panjangnya.
Itu bukan penderitaan, dia tidak menderita sama sekali. Namun itu adalah ketulusan caranya mencintaimu dengan membawa ceritanya denganmu kedalam hidupnya,
Kepada Tuhannya. Mungkin ada hal yang kamu tak sukai dari dia tapi ketahuilah ada hal lain juga yang sedang ia lakukan untuk menjadi yang terbaik untukmu.

Tuan,
Dia bukan ibumu,
Bukan pula adik gadismu,
Bukan salah satupun dari anggota keluargamu.
Dia adalah wanita asing yang akan menemani hidupmu dan belajarlah membaca hatinya. dia memiliki rasa sayang yang tulus untukmu, rasa cinta yang hanya ingin dia tujukan hanya padamu.
Kelak jika dia menjadi ratu dalam hidupmu, maka bimbinglah dia, dia diciptakan oleh Allah dengan tulang rusuknya yang bengkok dari sisimu. Karena mungkin dia akan mengabdikan dirinya. Mengikuti kemanapun kepergianmu, Merunduk dihadapanmu untuk melepaskan sepatumu seusai kegiatanmu dan rela membagi waktu tidurnya hanya untuk menyiapkan pakaian untuk kamu gunakan esok.
Itulah cinta dalam diam yang mungkin dia rasakan. Biarlah hatinya saja yang bergemuruh hebat, kau tak perlu tau cukup do'a terbaiknyalah yang akan sampai padamu, semoga. Karna do'a adalah bahasa rindu yang akan cepat sampai pada hati tanpa kamu dengar atau kamu rapalkan.
Tuan, aku ingin kamu. Itu saja.

Wednesday, 1 August 2018

Memilih bertahan dalam hubungan jarak jauh

"Kenapa bertahan dalam hubungan jarak jauh ?// ko ngeliat hubungannya kayanya ldran itu enak ya?// Selama ldran ngapain aja?" Pertanyaan itu sering sekali saya temui didirect message akun media sosial.

Kenapa seseorang memilih bertahan dalam hubungan jarak jauh ? Semua karna komitmen. Hubungan kami tidak sekedar "pacaran", bukan lagi soal bertemu dan menghabiskan waktu setiap saat bersama. Tapi berjuang secara terpisah untuk memenuhi janji janji bersama menuju tujuan kami.

Mungkin nanti, jika Tuhan mengizinkan. Kita akan tumbuh dan menua bersama, tidak lagi mengucapkan selamat tinggal, tapi mengucapkan selamat malam hingga pagi bersama.

Sebelum menuju kejenjang itu, ini harga yang harus kami bayar. Ini tes kualitas hubungan kami. Saya adalah sayap kiri, dan pasangan saya adalah sayap kanan. Jika salah satu dari sayap itu patah maka rusaklah sebuah hubungan.
Jadi sekarang, kami sedang bekerja sama untuk menjalankan tugas kami masing masing, agar saya bisa menjadi tulang rusuknya secara utuh.

Apakah menjalin hubungan LDR itu enak ?
Sebenernya tidak, semua pasti ingin selalu menemani pasangannya bukan ?. Tapi ada kewajiban yang harus ia tunaikan. sesuatu yang membuat saya bertahan dalam jarak, karna saya memiliki pasangan yang selalu meyakinkan tentang sebuah kepastian.
Kemarin saya senang bisa bertemu dia walau dalam hitungan detik, tapi sekarang saya senang ketika dering favorite dihandphone berbunyi dan terdengar suaranya. Seperti rasa khawatir, rindu dalam sekejap terobati. Percayalah semua sesimple itu.

Selama LDR-an ngapain aja ? Saya rasa ldr itu adalah masa dimana saya lebih mengenal diri sendiri, menyalurkan hobby menulis, olahraga dan main alat musik, ikut kegiatan positif yang sifatnya bisa menguatkan keimanan. Beribadah dan berdo'a agar pasangan kita tetap aman dan kembali dengan selamat. Karna rintangan yang kami hadapi adalah bagaimana menyatukan 2 pemikiran dan 2 lingkungan yang berbeda. Pasangan saya mau berusaha berubah lebih baik karna ia mencintai saya, sayapun mau berubah karna mencintai pasangan saya.
Perubahan pertama yang terjadi dihidup saya, kemudian merambat kekehidupan saya. Salah satu contoh adalah saya mulai belajar memasak.

Jadi, selamat LDR❤
Yakinlah, bahwa apa yang kamu perjuangkan dengan sungguh sungguh akan kamu dapatkan. Bukankah janji Allah itu pasti untuk hambanya yang tetap berdo'a dan berusaha ?

Friday, 29 December 2017

Satu BAB yang tidak pernah terbaca olehmu

Aku lupa rasanya tidur diawal waktu karna setiap malam mataku terjaga oleh sebuah ingatan tentangmu yang tiba tiba saja memilih pergi. Kamu seolah tak mengerti ada hati yang benar benar mencintai dan tak ingin kehilangan. Kenapa tidak dari awal saja kamu ungkapkan alasan yang jelas kamu memilih pergi. Agar aku tidak bertanya tanya, agar lukaku tak begitu meradang didalam dada.

Aku lupa bagaimana rasanya tidur pulas tanpa terbangun oleh mimpi buruk karna setiap malam mataku tetap terlatih oleh sebuah tangisan dan air mata yang memaksa untuk luruh, sejak kepergianmu yang tanpa alasan. Rasa khawatirku begitu bergejolak,  rasa sayangku begitu terkoyak, dan rasa traumaku lebih banyak dari rasa phobiaku.

Tuan, jika kamu tidak memiliki rasa sayang sebesar yang kumiliki, kenapa tidak kamu ungkapkan saja sejak awal?  Mengapa kamu memulai sebuah alur cerita, jika pada akhirnya kamu tau bahwa kamu akan mengakhiri dengan cara menyakitkan seperti ini.
Kenapa kamu bersikap seperti cintamu lebih dalam dibanding yang kupunya, aku merasa baik baik saja disampingmu, kamu adalah hal terbaik yang selalu kusyukuri. Tapi kamu malah melemparkan sebuah granat dan menghancurkanku sekaligus. Karnamu, aku takut mengenal Cinta. Cinta terasa begitu menakutkan, dia seperti sebuah jurang, ataukah seperti boneka barbie yang selalu membuatku phobia bahkan tak pernah berani kulihat atau kusentuh karna begitu menyeramkan. Aku benar-benar trauma oleh ledakan granatmu itu, Tuan.

Lalu setelah trauma itu lebih manguasai hatiku, kamu hadir kembali?  Tuan, hatiku bukanlah sebuah taman yang bisa kamu datangi saat kamu jenuh. Hatiku adalah sebuah lautan berdarah yang takkan pernah bisa mengering. Lalu kenapa sekarang kamu memaksa untuk kembali ? Dan untuk apa pada masa itu kamu memaksa untuk pergi, dan memaksaku untuk terjatuh. Percayalah tuan, akupun bisa menghapus kamu semudah hujan yang menghapus setiap jejakmu. Tidak usah kamu meragukan itu, akupun tak yakin bahwa aku bisa? Tapi aku lebih yakin pada keajaiban yang dimiliki oleh Tuhan-ku, yang mungkin akan membuatmu seketika lenyap dari ingatanku. Menghadirkan sosoknya yang mampu menyembuhkan lukaku, dan melengkapi hatiku, aku percaya pertolongan Tuhan amatlah dekat dengan Hamba-Nya.

Monday, 18 December 2017

Haruskah Cinta sesakit ini?

Kali ini,  aku benar benar takut untuk merasakan Cinta.

Sejak kamu pergi,  hidupku berubah. Semua kelabu. Hatiku berantakan, pikiranku tak karuan memikirkan alasan kenapa kita harus berpisah lagi? Tak bisakah kamu menggenggam erat tanganku tanpa membuatku merasakan perpisahan lagi ? Ini kali kedua aku merasakan kehilangan dan semua itu karnamu,  Tuan.
Jika memang kamu tidak berniat untuk tinggal harusnya kamu tak perlu datang lagi,  menemuiku kala itu.

Kamu berhasil membuatku tak bisa menghentikan tangisku, kamu adalah seribu alasan mengapa aku mengalami insomnia hebat sejak kepergianmu, aku bukan lagi wanita yang kamu kenali dulu,  tuan. Aku telah berubah,
air mata dan rasa sakit membuatku harus merubah diriku.
Jika menyakitiku membuatmu bahagia, jika mempermainkan perasaanku membuat hidupmu tenang. Lakukanlah tuan. Aku percaya bahwa Tuhan akan selalu menuntunku kepada seseorang yang takkan memberikan perkenalanku dengan luka perpisahan. Seseorang yang akan menyembuhkan insomnia panjangku karna mimpi buruk itu, seseorang yang akan menyediakan genggaman tangannya untuk berjuang bersama ku untuk melewati badai tanpa harus melepaskanku seperti kamu.

Sekali lagi,  aku akan melepaskanmu pergi, pergilah tuan. Aku tidak akan melarangmu,  menahanmu seperti dahulu, pergilah bersama dia pilihanmu. Karna dia adalah wanita yang kamu pilih untuk meninggalkanku. Jangan pernah menoleh kearahku, jelas ini sakit tapi tak apa aku akan baik baik saja, dan akan selalu baik baik saja mengetahui semuanya. Semoga kamu percaya itu.
Kini,  aku telah mencapai titik trauma dan rasa lelah tertinggi dihidupku. Aku tak lagi ingin mengenal Cinta yang salah,  Cinta yang memiliki tanggal kadaluarsa lalu berpisah. Aku bukan lagi wanita dimasa remaja yang hanya mengenal Cinta untuk sebuah permainan.

Selamat tinggal,  Kamu.

Sunday, 3 December 2017

Aku telah selesai, dan aku telah bersumpah.

Hallo,  Tuan. Hari ini tepatnya 1 November 2017 Aku berhasil menyelesaikan pendidikan diplomaku, aku sangat berharap kamu ada disini menyaksikan hasil dari perjuanganku selama 3tahun ini. Tuan,  kamu jelas tau ini tidaklah mudah terlebih hal ini bukan yang selama ini aku cita citakan, aku pernah bermimpi menjadi seorang aparat negara untuk menjaga keamanan NKRI tapi nyatanya Tuhan tidak mengijinkan karna bukan itu yang ku butuhkan. Kini aku terlanjur menyelami pendidikan farmasiku terlalu jauh hingga akhirnya aku jatuh hati pada profesi ini, benar kini aku menjadi seorang tenaga kesehatan sungguhan. Aku telah bersumpah atas nama Tuhan untuk menjaga nama baik profesiku dan mengutamakan keselamatan pasien tanpa membedakannya dari jabatan, rupa, budaya, bahkan agamanya.

walaupun badai sempat menghancurkanku hingga rasanya aku ingin menyerah, dan tak ingin lagi meneruskan segalanya lalu pergi sejauhnya. Tentu,  badai itu hampir melumpuhkan kehidupanku, Tapi Allah selalu memberi kekuatan untukku tetap bertahan dan meyakinkan hatiku untuk tetap berjuang.

Tuan, Siapakah kamu?  Dimanakah sekarang kamu berada?
Bisakah kamu datang dan temaniku berjuang?
Aku rindu, Tuan.
Aku ingin bertemu, mengenalmu, aku ingin bercerita banyak hal saatku lalui hari tanpamu. Aku ingin menemanimu berjuang, aku tak lagi ingin sendiri menghadapi semuanya, aku takut terluka.
Dan akupun terlalu lelah untuk mengenal Cinta yang selalu terasa menyakitkan, pada saat kamu sudah melakukan yang terbaik semampumu, tapi tetap saja aku yang selalu dikecewakan. Tak apa, aku sudah terlalu kebal untuk hal menyakitkan hati seperti ini.

Hal itulah yang akhirnya membuatku lelah,  dan ingin segera bertemu denganmu, Tuan. Aku tak ingin lagi mengenal seseorang yang salah, aku tak lagi ingin kecewa, aku ingin setia bersamamu, menantimu seperti takdir yang menanti untuk mempersatukan kita nanti.

Aku berharap semoga langkahmu tetap ditangguhkan, tatapmu tak berbelok dan hatimu diyakinkan padaku. Semoga Tuhan mengizinkan kita untuk segera bertemu dalam waktu terdekat atas kehendaknya.
Tuan,  Aku rindu.