Aku lupa rasanya tidur diawal waktu karna setiap malam mataku terjaga oleh sebuah ingatan tentangmu yang tiba tiba saja memilih pergi. Kamu seolah tak mengerti ada hati yang benar benar mencintai dan tak ingin kehilangan. Kenapa tidak dari awal saja kamu ungkapkan alasan yang jelas kamu memilih pergi. Agar aku tidak bertanya tanya, agar lukaku tak begitu meradang didalam dada.
Aku lupa bagaimana rasanya tidur pulas tanpa terbangun oleh mimpi buruk karna setiap malam mataku tetap terlatih oleh sebuah tangisan dan air mata yang memaksa untuk luruh, sejak kepergianmu yang tanpa alasan. Rasa khawatirku begitu bergejolak, rasa sayangku begitu terkoyak, dan rasa traumaku lebih banyak dari rasa phobiaku.
Tuan, jika kamu tidak memiliki rasa sayang sebesar yang kumiliki, kenapa tidak kamu ungkapkan saja sejak awal? Mengapa kamu memulai sebuah alur cerita, jika pada akhirnya kamu tau bahwa kamu akan mengakhiri dengan cara menyakitkan seperti ini.
Kenapa kamu bersikap seperti cintamu lebih dalam dibanding yang kupunya, aku merasa baik baik saja disampingmu, kamu adalah hal terbaik yang selalu kusyukuri. Tapi kamu malah melemparkan sebuah granat dan menghancurkanku sekaligus. Karnamu, aku takut mengenal Cinta. Cinta terasa begitu menakutkan, dia seperti sebuah jurang, ataukah seperti boneka barbie yang selalu membuatku phobia bahkan tak pernah berani kulihat atau kusentuh karna begitu menyeramkan. Aku benar-benar trauma oleh ledakan granatmu itu, Tuan.
Lalu setelah trauma itu lebih manguasai hatiku, kamu hadir kembali? Tuan, hatiku bukanlah sebuah taman yang bisa kamu datangi saat kamu jenuh. Hatiku adalah sebuah lautan berdarah yang takkan pernah bisa mengering. Lalu kenapa sekarang kamu memaksa untuk kembali ? Dan untuk apa pada masa itu kamu memaksa untuk pergi, dan memaksaku untuk terjatuh. Percayalah tuan, akupun bisa menghapus kamu semudah hujan yang menghapus setiap jejakmu. Tidak usah kamu meragukan itu, akupun tak yakin bahwa aku bisa? Tapi aku lebih yakin pada keajaiban yang dimiliki oleh Tuhan-ku, yang mungkin akan membuatmu seketika lenyap dari ingatanku. Menghadirkan sosoknya yang mampu menyembuhkan lukaku, dan melengkapi hatiku, aku percaya pertolongan Tuhan amatlah dekat dengan Hamba-Nya.
No comments:
Post a Comment