Kali ini, aku benar benar takut untuk merasakan Cinta.
Sejak kamu pergi, hidupku berubah. Semua kelabu. Hatiku berantakan, pikiranku tak karuan memikirkan alasan kenapa kita harus berpisah lagi? Tak bisakah kamu menggenggam erat tanganku tanpa membuatku merasakan perpisahan lagi ? Ini kali kedua aku merasakan kehilangan dan semua itu karnamu, Tuan.
Jika memang kamu tidak berniat untuk tinggal harusnya kamu tak perlu datang lagi, menemuiku kala itu.
Kamu berhasil membuatku tak bisa menghentikan tangisku, kamu adalah seribu alasan mengapa aku mengalami insomnia hebat sejak kepergianmu, aku bukan lagi wanita yang kamu kenali dulu, tuan. Aku telah berubah,
air mata dan rasa sakit membuatku harus merubah diriku.
Jika menyakitiku membuatmu bahagia, jika mempermainkan perasaanku membuat hidupmu tenang. Lakukanlah tuan. Aku percaya bahwa Tuhan akan selalu menuntunku kepada seseorang yang takkan memberikan perkenalanku dengan luka perpisahan. Seseorang yang akan menyembuhkan insomnia panjangku karna mimpi buruk itu, seseorang yang akan menyediakan genggaman tangannya untuk berjuang bersama ku untuk melewati badai tanpa harus melepaskanku seperti kamu.
Sekali lagi, aku akan melepaskanmu pergi, pergilah tuan. Aku tidak akan melarangmu, menahanmu seperti dahulu, pergilah bersama dia pilihanmu. Karna dia adalah wanita yang kamu pilih untuk meninggalkanku. Jangan pernah menoleh kearahku, jelas ini sakit tapi tak apa aku akan baik baik saja, dan akan selalu baik baik saja mengetahui semuanya. Semoga kamu percaya itu.
Kini, aku telah mencapai titik trauma dan rasa lelah tertinggi dihidupku. Aku tak lagi ingin mengenal Cinta yang salah, Cinta yang memiliki tanggal kadaluarsa lalu berpisah. Aku bukan lagi wanita dimasa remaja yang hanya mengenal Cinta untuk sebuah permainan.
Selamat tinggal, Kamu.
No comments:
Post a Comment