Friday, 15 August 2014

Harusnya kamu tau !

Disuasana luar rumah yang sedang turun hujan begitu derasnya suara petir bergemuruh seolah sedang terjadi gempuran luka diatas sana, dan aku yang saat itu berada didalam kamar entah kenapa merasa kesesakan, suasana kamar begitu pengap dan tubuhku bergemetar menggigil saat sosokmu mulai membayangi setiap sudut langit-langit kamarku,,.

 Aku memandangi lekat langit-langit kamar ini tapi kali ini aku memandanginya bukan sambil senyum-senyum sendiri. Tapi melainkan sambil menatap nanar dan menerawang setiap sudut langit-langit membayangkan semua kejadian demi kejadian yang aku lewati bersamamu.Iya… kamu yang paling berharga buat aku. tapi ternyata aku ga seberharga itu buat kamu, rasanya aku ingin teriak sekeras-kerasnya didepan kamu agar kamu sadar, agar kamu mikir tapi aku ga bisa ngelakuin itu. yang bisa aku lakuin cuma nunggu.. Tentu nunggu kamu peka,nunggu kamu sadar.

Tiba-tiba saja ribuan kalimat itu mengamit resah dan muncul pertanyaan besar yang terus berputar dibenak-ku yang menyusuri setiap sudut jaring-jaring otakku sekarang,  apa kamu  ga peka atau ga peduli ? apa kamu ga punya otak atau ga punya hati ? aku ga pernah berharap kamu salah satu dari itu, Tapi kamu bisa saja keduanya ; ga peka dan ga peduli dengan apa yang aku rasakan.

Tanpa terasa hujan rintik itu menumpuk dipupil mata dan bulir airnya mulai menetes membasahi pipi, dan aku yang saat itu masih tetap menerawang lagit-langit kamar yang mulai terlihat muram, berharap keajaiban datang, tak apa keajaiban itu tak menghampiri aku tapi minimal bisa menghampiri kamu supaya kamu sadar betapa besar cinta aku ke kamu  yang tak pernah kamu gubris ini.

Tapi biarpun aku tersakiti segininya dan  kamu ga peduli segitunya. Aku  biasa apa ? aku tetep ga bisa kemana-mana hati ini tertuju pada pria berkulit hitam manis dan berambut sedikit tipis yang selalu terlihat begitu tampan dengan sebuah topi itu.  Tentu… keinginan melupakan rasa dan move on itu selalu ada tapi kamu terlalu berharga bagiku Tuan,kamu begit sangat special… aahh ~ seandainya kamu tau dan paham sedang dicintai dan diperjuangakan sebegitu besarnya, mungkiiiiiiiiiin ? emhh,entahlah sebaiknya aku tak  perlu berandai-andai, cukup dengan kenyataan yang ada. jadi bukan seandainya kamu tau tapi harusnya dia tau, Tuan!!

No comments:

Post a Comment