Disuasana luar rumah yang sedang turun hujan begitu derasnya
suara petir bergemuruh seolah sedang terjadi gempuran luka diatas sana, dan aku
yang saat itu berada didalam kamar entah kenapa merasa kesesakan, suasana kamar
begitu pengap dan tubuhku bergemetar menggigil saat sosokmu mulai membayangi
setiap sudut langit-langit kamarku,,.
Aku memandangi lekat
langit-langit kamar ini tapi kali ini aku memandanginya bukan sambil senyum-senyum
sendiri. Tapi melainkan sambil menatap nanar dan menerawang setiap sudut langit-langit
membayangkan semua kejadian demi kejadian yang aku lewati bersamamu.Iya… kamu
yang paling berharga buat aku. tapi ternyata aku ga seberharga itu buat kamu, rasanya
aku ingin teriak sekeras-kerasnya didepan kamu agar kamu sadar, agar kamu mikir
tapi aku ga bisa ngelakuin itu. yang bisa
aku lakuin cuma nunggu.. Tentu nunggu kamu peka,nunggu kamu sadar.
Tiba-tiba saja ribuan kalimat itu mengamit resah dan muncul
pertanyaan besar yang terus berputar dibenak-ku yang menyusuri setiap sudut jaring-jaring
otakku sekarang, apa kamu ga peka atau ga peduli ? apa kamu ga punya
otak atau ga punya hati ? aku ga pernah berharap kamu salah satu dari itu, Tapi
kamu bisa saja keduanya ; ga peka dan ga peduli dengan apa yang aku rasakan.
Tanpa terasa hujan
rintik itu menumpuk dipupil mata dan bulir airnya mulai menetes membasahi pipi,
dan aku yang saat itu masih tetap
menerawang lagit-langit kamar yang mulai terlihat muram, berharap keajaiban
datang, tak apa keajaiban itu tak menghampiri aku tapi minimal bisa menghampiri
kamu supaya kamu sadar betapa besar cinta aku ke kamu yang tak pernah kamu gubris ini.
Tapi biarpun aku tersakiti segininya dan kamu ga peduli segitunya. Aku biasa apa ? aku tetep ga bisa kemana-mana hati
ini tertuju pada pria berkulit hitam manis dan berambut sedikit tipis yang
selalu terlihat begitu tampan dengan sebuah topi itu. Tentu… keinginan melupakan rasa dan move on
itu selalu ada tapi kamu terlalu berharga bagiku Tuan,kamu begit sangat special…
aahh ~ seandainya kamu tau dan paham sedang dicintai dan diperjuangakan sebegitu
besarnya, mungkiiiiiiiiiin ? emhh,entahlah sebaiknya aku tak perlu berandai-andai, cukup dengan kenyataan
yang ada. jadi bukan seandainya kamu tau tapi harusnya dia tau, Tuan!!
No comments:
Post a Comment