Aku menantap pria ini begitu lekat, dia tidak terlihat
seperti biasanya, kali ini dia seperti seorang yang kebingungan, matanya begitu muram seperti sedang dirundung
getir masalah yang hebat, yang membuat sinar matanya hilang.
Tuan… Sudah berapa tetes air mata yang kamu luruhkan
karena dia yang akhirnya aku usap untuk kamu, sudah berapa senyum yang hilang
dan akhirnya aku yang berusaha munculin lagi, aku tak pernah tega melihat pria
yang aku sayangi begitu muram seperti ini, hati aku bagaikan teriris melihat
air matamu yang luruh karena dia yang telah menyakitimu. Rasanya aku ingin
marah pada wanita itu,wanita yang selalu membayangimu,yang masih dianggap
penting padahal sudah ada aku disampingnya, iya.. kalian benar, wanita-nya ? wanita yang selalu berusaha membuat prianya
tersenyum, yang selalu berusaha membuat prianya meluapkan bebannya, tanpa aku
pernah memikirkan hati yang begitu terluka saat melihat kamu menangis ketika
mengingatnya kamu sedih ketika merapalkan ribuan kenangan yang pernah kalian
lewati bersama. Tanpa kamu ketahui aku diam-diam menangis, hati ini begitu
perih melihat air matamu luruh karenanya bukan karena aku, apakah aku tak
pernah sepenting dia ? tuan..
kamu mungkin
ga pernah sadar, setiap apa yang aku lakuin ini selalu tentang kamu, semoga
kamu bukan gamau tau, aku ga terlalu ngerti apa yang sebenarnya aku lakuin, aku
selalu resah ngelakuin hal ini untuk kamu, bukan soal untuk balasannya, tapi
aku gelisah ngelakuin ini semua karena cinta atau terpaksa..
kemudian aku bercermin mata aku ga pernah nunjkin keterpaksaan
aku bertahan buat kamu, entah ini tulus atau bodoh, aku ga tau benar tetang
cinta,tapi yang aku tau cinta memang berkorban sampai segininya, pengorbnannya
tidak pernah berbatas ; sayangnya beberapa cinta berakhir tak berbalas. apa cinta
yang hebat harus berakhir sampai sekarat ? kamu selalu senyum ke aku tapi bukan
senyum bersamaku apalagi karena aku, karena dihati dan pikiranmu hanya ada
wanita itu yang begitu istimewa. Tidak seperti aku yang kehadirannya selalu
kamu abaikan.
Tuan maha romantis, jika akhirnya kamu melihat
tulisan ini,ketahuilah kamu adalah pria yang selalu aku perjuangkan, yang
namanya selalu kusebut dalam percakapan panjangku dengan Tuhan. kamu tak pernah
bisa tergantikan oleh pria lain, karena kamu telah memiliki satu tempat terindah
yang tak akan pernah aku berikan pada pria selain kamu. Tentu kamu yang sayang
tuan berambut tipis yang selalu terlihat begitu mempesona. Aku merindukamu. Tuan
No comments:
Post a Comment