Sekali ini. Aku engga menerka, aku takut mengira.
Mengira bahwa perasaanmu juga sama denganku, aku takut menerka semua isyarat darimu.
Aku takut, apa yang ada dipikiranku tidak sama dengamu, aku khawatir ini hanyalah imajinasiku yang semu yang akhirnya menghancurkan perasaan (lagi).
Semua serba ketakutanku, takut akan kehilangan sosokmu untuk kesekian kalinya.
Menetaplah dan berjanjilah untuk kembali dan tidak pergi lagi, Tuan.
Hanya itu, beri aku satu kepastian dan aku akan menemanimu selamanya.
No comments:
Post a Comment